Logo Header Antaranews Sulteng

Prancis Tutup Sementara Sekolah Di Tunisia

Kamis, 20 September 2012 08:04 WIB
Image Print
ilustrasi

Tunis - Prancis telah memutuskan untuk menutup sekolahnya di Tunisia sampai Senin (24/9), kata jejaring Kedutaan Besar Prancis, Rabu (19/9).

Keputusan tersebut, yang berlaku segera pada Rabu, akan mempengaruhi sebanyak 10 sekolah Prancis di seluruh negara Afrika itu.

"Kedutaan Besar dan semua layanan tambahan akan ditutup mulai Jumat, 21 September," kata laporan tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis pagi. Ditambahkannya, Prancis telah "meminta pemerintah Tunisia meningkatkan keamanan di seluru kompleksnya".

Keputusan itu diambil setelah diterbitkannya karikatur satire mingguan, Charlie Hebdo, di Prancis mengenai masalah yang oleh umat Muslim dipandang sebagai menghujat Nabi Muhammad SAW.

Di dalam komunike yang disiarkan pada Sabtu oleh Troika utama di negeri tersebut, pemerintah Tunisia menyampaikan komitmennya untuk melindungi misi konsulat dan diplomatik, serta warganegara dan sekolah asing di wilayahnya.

Komunike itu dikeluarkan sehari setelah Kedutaan Besar AS diserang oleh massa yang marah yang memprotes peluncuran di Internet film yang menistakan Islam. Satu sekolah Amerika di dekat kedutaan tersebut dibakar dan dijarah.(ANTARA/Xinhua-OANA)



Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2026