Gasperini waspadai potensi Liverpool bangkit di Bergamo

id Gasperini,Atalanta,Scamacca

Gasperini waspadai potensi Liverpool bangkit di Bergamo

Pelatih Atalanta asal Italia Gian Piero Gasperini memberikan tepuk tangan kepada para penggemar usai pertandingan sepak bola leg pertama perempat final Liga Eropa UEFA antara Liverpool dan Atalanta di Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 11 April 2024. Atalanta memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 3-0. (ANTARA/AFP/Darren Staples)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini mewaspadai potensi Liverpool bangkit pada leg kedua perempat final Liga Europa di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo,  Jumat dini hari pekan depan.
 

Gasperini tak memandang pasukan Jurgen Klopp meskipun timnya saat ini sedang diunggulkan berkat kemenangan 3-0 pada leg pertama di Anfield hari ini.

Tiga gol Atalanta yang mengulangi kemenangan 2-0 di Anfield pada ajang Liga Champions musim 2020/2021 dan mengulangi kemenangan tim Italia lainnya, Udinese, pada 2012 disumbangkan oleh dua gol Gianluca Scamacca dan satu gol dari Mario Pasalic.

"Bagi kami memainkan perempat final Liga Europa di Anfield membuat kami sangat bangga dan mendapatkan hasil ini adalah sesuatu yang akan kami pertahankan," kata Gasperini, seperti dilaporkan Sky Sports Italia pada Jumat.

"Tentu saja kami senang dengan kemenangan 3-0 dan itu merupakan dukungan yang bagus, namun Liverpool adalah tim luar biasa yang bisa mencetak gol kapan saja,"  tambahnya.

Gasperini menambahkan pada leg kedua nanti dia akan menginstruksikan timnya  bermain dengan cara sama seperti leg pertama.



Hal ini dia katakan karena melawan Liverpool "tidak ada pendekatan setengah-setengah".

"Pada leg kedua kami harus bertahan dengan cara yang sama, namun juga menyerang mereka dengan cara yang sama. Saya tidak tahu apakah kami bisa menciptakan peluang sebanyak yang kami dapatkan malam ini, tapi kami harus mencobanya," kata dia.

"Karena tidak ada pendekatan setengah-setengah dengan Liverpool. Begitu mereka mulai menyerang dan mencetak gol, mereka tidak berhenti," sambung dia.

Pelatih 66 tahun itu lalu mengingat bagaimana Liverpool bangkit dalam final Liga Champions 2005 di Istanbul setelah tertinggal 0-3 dari AC Milan pada babak pertama.

Saat itu, The Reds menyamakan kedudukan 3-3 dalam waktu enam menit melalui gol Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso untuk kemudian memenangkan laga melalui drama adu penalti.

"Saya masih ingat final Liga Champions yang luar biasa ketika Milan unggul 3-0, sepertinya ada jurang pemisah antara kedua tim, namun dalam enam menit mereka kembali menyamakan kedudukan menjadi 3-3," kata Gasperini.

"Tampaknya mustahil. Itulah semangat Liverpool, mereka pantang menyerah. Jadi untuk maju, kami harus mengulanginya," sambung dia.