Logo Header Antaranews Sulteng

Kadin Pekalongan Jajaki Pasar Batik Ke Sulteng

Senin, 8 Oktober 2012 13:48 WIB
Image Print
Seorang perempuan belajar membatik di salah satu industri batik tulis lokal di Palu. Pengembangan usaha batik lokal di Palu terkendala oleh kurangnya tenaga terampil dalam seni batik tradisi. (FOTO ANTARA/Basri Marzuki)
Jika pengiriman biaya produk batik masih terjangkau maka kami optimistis peluang dagang batik ke Sulawesi cukup menjanjikan," katanya.

Pekalongan - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjajaki peluang pasar batik dan kegiatan kontrak dagang batik ke Sulawesi Tengah.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Pekalongan, Failasuf di Pekalongan, Senin, mengatakan pada penjajakan pasar batik dan kontrak dagang ke Sulteng, Kadin difasilitasi oleh Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah.

"Saat ini melakukan kunjungan ke Palu, kami melihat ada potensi yang bagus sebagai salah satu pasar alternatif penjualan batik. Pemasaran batik ke Sulteng mempunyai prospektif bagus karena pesaingnya masih sedikit," katanya.

Pemilik Batik Persisir ini mengatakan meski peluang pemasaran cukup bagus, namun perajin batik masih terkendala dengan biaya pengiriman produk batik yang masih cukup mahal.

"Jika pengiriman biaya produk batik masih terjangkau maka kami optimistis peluang dagang batik ke Sulawesi cukup menjanjikan," katanya.

Ia mengatakan bahwa di Palu (Sulawesi Tengah) Kadin telah mengontak pengusaha batik asal Pekalongan untuk merintis bisnis kerajinan batik di daerah itu.

Hanya saja, katanya, akibat masih banyak menghadapi kendala biaya pengiran maka perajin harus bekerja keras dan ulet bagaimana memasarkan kerajinan batik itu agar mendapatkan untung.

Ia mengatakan bahwa saat ini, sudah terbukti ada pengusaha batik berasal dari Pekalongan yang telah sukses memasarkan batik di Palu sehingga Kadin mengajak perajin batik lain bisa mencari peluang pasar batik di Palu," katanya.

"Kami berharap para perajin batik bisa terus menggelar berbagai kegiatan dan promosi agar kerajinan batik tetap diminati konsumen," katanya. (KR-KTD)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026