1.500 orang hadiri Apel Pemuda Bersatu di Poso

id Poso

Bupati Poso Darmin A. Sigilipu memasang tanda pengenal kepada salah saorang pemudi pada Apel Pemuda Sulteng Bersatu di Poso, Rabu (9/10). (Antarasulteng.com/Feri Timparosa)

Gubernur: Mari kita bekerja sama memutus mata rantai aksi terorisme, radikalisme dan fanatisme sempit.
Poso (Antarasulteng.com) - Sebanyak 1.500 orang pemuda dari berbagai elemen organisasi kepemudaan di Sulawesi Tengah, menghadiri Apel Pemuda Bersatu yang dibuka Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu di Lapangan Yonif 714/Sintuwu Maroso Poso, Rabu.

Apel Pemuda Sulteng Bersatu itu diprakasai TNI yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Poso, bertujuan meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan serta toleransi sesama generasi penerus bangsa di Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam kegiatan selama dua hari hingga Kamis (10/8) itu, peserta akan diberikan materi tentang wawasan nusantara, bela negara, Pancasila dan UUD 1945, proxy war, narkoba dan deradikalisasi.

Mereka juga dilatih baris berbaris, bongkar pasang tenda, kamtibmas, penanggulangan bencana alam, yel-yel, jiwa korsa dan karya bhakti.

Acara yang baru pertama kali dilaksanakan di Sulteng tersebut menurut rencana akan ditutup Pangdam XIII/Merdeka Mayjen Ganip Warsito, sekaligus memberikan ceramah tentang wawasan kebangsaan.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Poso Darmin Sigilipu mengatakan apel Pemuda Bersatu ini merupakan wujud kebulatan tekad dan penegasan sikap kolektif seluruh insan pemuda-pemudi Sulteng Tengah untuk berpikir setia terhadap NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Gubernur berharap agar seluruh pemuda Sulteng, khususnya Kabupaten Poso, terus menambah kapasitas diri dengan mempersiapkan mental pengetahuan fisik dan karakter menghadapi tantangan masa depan.

"Saya mengharapkan kepada saudara agar selalu siap siaga dalam mewaspadai dan menanggulangi berbagai bentuk ancaman fisik maupun nonfisik yang bisa membahayakan kedaulatan NKRI maupun ketahanan daerah Sulawesi Tengah dan Kabupaten Poso yang kita cintai," ujar gubernur.

Peran pemuda, kata Longki, sangat penting dan strategis untuk mengantisipasi ancaman di wilayah masing-masing karena pemuda merupakan ujung tombak untuk melakukan deteksi dini atas sinyal-sinyal yang ingin merusak stabilitas keamanan daerah, khususnya Poso.

Apel pemuda bersatu tahun 2017 akan menghidupkan kembali semangat toleransi dan gotong royong yang ada dalam setiap slogan-slogan kearifan asli Sulawesi Tengah dan Poso, pada khususnya sebagai solusi untuk menetralisasi praktik-praktik adudomba lewat penyebaran fitnah dan berita hoax.

"Mari kita bekerja sama dalam memutus mata rantai aksi terorisme, radikalisme dan fanatisme sempit serta menjauhi perilaku kekerasan dan main hakim sendiri, narkoba dan pergaulan bebas yang menghancurkan martabat, serta melemahkan karakter dan kualitas pemuda sebagai generasi penerus dan calon pemimpin masa depan Sulteng dan Poso yang lebih baik," ujarnya.

Ia juga berharap peserta apel sungguh-sungguh meresapi makna kegiatan ini dan mengimplementasikan secara nyata dalam menjaga kemanunggalan TNI dan rakyat guna memperkuat ketahanan nasional dan daerah, serta mendukung pembangunan Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing serta membangun Kabupaten Poso yang cerdas. 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar