Buol (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengusulkan daerah itu menjadi kawasan Industri perkebunan kelapa sebagai salah satu upaya memperkuat hilirisasi pada sektor perkebunan dan menarik investasi masuk ke Buol.
Bupati Buol Risharyudi Triwibowo mengatakan sudah siap untuk menjadikan Kabupaten Buol menyambut peluang investasi tersebut.
"Insya Allah segera kami urus segala persyaratan dan bermohon ke pemerintah provinsi, juga pusat, agar Kabupaten Buol bisa ditetapkan sebagai daerah kawasan industri kelapa," kata Risharyudi di Leok II, Jumat.
Ia mengemukakan Kabupaten Buol memiliki lahan yang luas dan siap digunakan untuk pengembangan industri.
"Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk menyiapkan tenaga kerja lokal serta menciptakan iklim investasi yang kondusif di Buol," ucapnya.
Baca juga: Pemkab Buol canangkan daerah destinasi bisnis dan wisata tahun 2025
Baca juga: Pemkab Buol berikan perlindungan anak rentan tingkatkan kesejahteraan
Ia menuturkan langkah penyiapan tenaga kerja lokal merupakan salah satu strategi pemerintah daerah guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal itu.
"Tentunya ini bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, sehingga mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Buol," sebutnya.
Sementara itu Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyebutkan terdapat sejumlah investor asal China tertarik untuk berinvestasi di sektor pengolahan hasil perkebunan di Indonesia, khususnya kelapa.
"Jadi rencana investasi mencakup pembangunan pabrik pengolahan kelapa untuk berbagai produk turunan seperti nata de coco, minyak goreng, makanan ringan, serta cocopeat untuk media tanam," katanya.
Diketahui Kabupaten Buol memiliki sejumlah potensi unggulan di berbagai sektor baik pertambangan, perkebunan, dan pengairan darat, seperti tembaga, emas, pasir besi, bornit, hingga galian C seperti lime stone/domato, batu kali, dan sirtu.
Untuk sektor perkebunan, Kabupaten Buol pun memiliki komoditas utama seperti kelapa sawit, kelapa, jagung, nilam, dan sagu. Sedangkan di sektor lainnya juga cukup berpotensi yakni pengairan darat, kelautan, dan sumber daya manusia.
