
Pemprov tekankan pentingnya digitalisasi wujudkan desa anti korupsi

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menekankan pentingnya digitalisasi desa dalam mewujudkan desa percontohan anti korupsi di daerah ini
"Desa anti korupsi bukan semata-mata tentang pengawasan, tapi bagaimana kita membangun integritas budaya dari bawah sistematis dan berkelanjutan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosantik) Sulteng Wahyu Agus Pratama dalam keterangannya di Palu, Minggu.
Ia menekankan pentingnya digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya sebagai upaya strategis dalam membangun integritas budaya dan pencegahan korupsi dari akar rumput.
Ia menjelaskan bahwa digitalisasi desa bukan hanya soal modernisasi, tetapi sebagai langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan publik yang efisien dan transparan.
Menurut dia, digitalisasi desa bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, transparansi dalam pengelolaan keuangan dan kegiatan, mempercepat pelaporan ke kecamatan dan kabupaten, serta memperluas akses data desa untuk perencanaan dan investasi.
Ia menyebut Desa Toro di Kabupaten Sigi sebagai salah satu gambaran nyata bahwa keterbatasan infrastruktur tidak menjadi penghalang untuk kemajuan.
"Desa Toro telah membuktikan bahwa dengan semangat kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, desa di daerah terpencil pun bisa menjadi pelopor. Mereka menjadi desa digital pertama dan percontohan Smart Village di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Diskominfosantik Sulteng saat ini terus mendorong penerapan 18 indikator desa anti korupsi berbasis digital, sebagai bagian dari strategi integratif membangun tata pemerintahan mengelola desa yang unggul.
Untuk itu, ia mengharapkan pelaksanaan bimbingan teknis bagi aparatur pemerintahan desa dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat tata kelola desa yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi, demi mewujudkan desa-desa percontohan anti korupsi yang berdaya saing di Sulawesi Tengah.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
