Morowali, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Bupati Morowali, Sulawesi Tengah, Iksan Baharudin Abdul Rauf menjanjikan memfasilitasi dialog antara masyarakat Desa Nambo dan Unsongi dengan pihak perusahaan guna membahas enam tuntutan warga.
“Hal ini tidak mungkin selesai dibicarakan di jalan, sehingga lebih baik kita bahas resmi di kantor bupati,” kata Iksan saat menemui massa aksi di Morowali, Kamis.
Pada aksi tersebut, warga menyampaikan enam tuntutan terhadap perusahaan, mencakup pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sewa jetty, peran humas, pemberdayaan tenaga kerja lokal, penanganan debu, serta aktivitas blasting di sekitar wilayah mereka.
Untuk itu, bupati meminta masyarakat menyampaikan surat resmi agar pertemuan dengan berbagai pihak dapat dijadwalkan pada Senin depan.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pihak perusahaan agar tidak takut menghadapi masyarakat serta terbuka terkait data maupun program yang dijalankan.
Ia mengatakan transparansi menjadi kunci agar dialog berjalan konstruktif.
“Jangan takut dengan masyarakat, mereka baik. Yang penting terbuka dan jujur. Bawa semua data, misalnya penerima CSR maupun aktivitas blasting dan jetty, agar jelas,” ujarnya menegaskan.
Iksan memastikan pemerintah daerah akan hadir sebagai penengah dalam pertemuan tersebut sehingga proses dialog berlangsung kondusif serta menghasilkan solusi yang dapat diterima semua pihak.
Aksi demonstrasi warga Nambo dan Unsongi yang digelar di depan PT Rezky Utama Jaya berakhir setelah adanya kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan melalui dialog resmi bersama pemerintah daerah.
