Logo Header Antaranews Sulteng

Bupati Morut: UHC jadikan motivasi perkuat layanan kesehatan

Rabu, 28 Januari 2026 14:19 WIB
Image Print
Dok- Bupati Morowali Utara Delis J Hehi (tengah) didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Morowali Utara Arif Pascal Pokonda (kiri) dan pejabat lainnya memegang piala serta Piagam penghargaan UHC Award 2026 yang diselenggarakan pemerintah pusat di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (ANTARA/HO-Humas Pemkab Morut)

Kolonodale, Sulteng (ANTARA) - Bupati Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng) Delis J Hehi mengatakan penghargaan "Universal Health Coverage" (UHC) 2026 atau cakupan kesehatan semesta dijadikan sebagai motivasi dalam memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Kami meraih penghargaan UHC Award 2026 kategori utama. Tentu prestasi ini dijadikan bahan evaluasi untuk lebih memantapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di semua tingkatan fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah," kata Delis J Hehi di Kolonodale, Rabu.

Ia mengemukakan, prestasi diraih Morut tidak terjadi begitu saja, ada kerja-kerja kolaborasi lintas sektor terbangun dengan solid dalam memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Yang mana, peran pemerintah daerah (pemda) mengakomodasi kepesertaan warga miskin atau warga bukan penerima upah (BPU) melalui pembiayaan iuran kepesertaan JKN.

Menurut data BPJS, Morut berhasil meningkatkan cakupan kepesertaan JKN sampai 104,72 persen dari total penduduk dan keaktifan peserta dari semua segmen mencapai 98,37 persen, presentasi itu melebihi standar nasional.

"UHC Utama diraih Morut dua kali berturut-turut. Konsistensi ini menandakan komitmen daerah menyukseskan program kesehatan nasional pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Morowali Utara Arif Pascal Pokonda meminta semua pihak terus menjaga dan meningkatkan pencapaian tersebut, supaya pelayanan kesehatan daerah semakin lebih mantap.

Menurut tataran BPJS Kesehatan, hingga 1 November 2025 iuran JKN warga miskin yang ditanggulangi Pemkab Morut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebanyak 43.166 orang.

"Pembiayaan iuran JKN warga miskin tetap menjadi prioritas pemda, dengan harapan semua masyarakat mudah mengakses layanan kesehatan di mana saja, dan tidak lagi memiliki kekhawatiran terkait biaya berobat," kata dia menuturkan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026