
Dinas TPH: 5.148 hektare lahan sudah siap cetak sawah baru

Palu (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengatakan 5.148,25 hektare yang diusulkan masing-masing kabupaten siap untuk dilakukan cetak sawah baru dari target 10.180 hektare.
"Program cetak sawah dilaksanakan dua tahap. Anggaran tahap pertama telah dialokasikan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Sulteng seluas 5.000 hektare," kata Kepala Dinas TPH Sulteng Nelson Metubun di Palu, Rabu.
Ia menjelaskan Sulteng mendapat bantuan anggaran cetak sawah baru senilai Rp412 miliar, sebagai upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus menunjang program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng yakni "Berani Panen Raya".
Adapun daerah yang telah mengusulkan lahan siap kontrak untuk alokasi cetak sawah yakni Kabupaten Sigi 1.200 hektare, kemudian Morowali Utara 982,25 hektare, Tojo Una-una 635 hektare, Parigi Moutong 421 hektare, Tolitoli 110 hektare, Donggala 800 hektare dan Buol 1.000 hektare.
Yang mana proses pembukaan lahan cetak sawah bekerja sama dengan TNI, dan diproyeksikan kegiatan penanaman dari hasil cetak sawah di akhir September atau awal Oktober 2025.
"Dari program ini tentu memberikan keuntungan bagi Sulteng sebagai salah satu daerah sentra pertanian, khususnya sub sektor tanaman pangan," ujarnya.
Menurut data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulteng, luas baku sawah di provinsi ini pada tahun 2024 berada di angka 126 ribu lebih, dengan ketambahan 10.180 hektare sawah baru total luas sawah baku 136.180 hektare.
Ia menegaskan pada program itu tidak ada lahan tidur dimanfaatkan kembali menjadi sawah, yang ada pembukaan lahan baru yang telah ditetapkan masing-masing kabupaten.
"TNI sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan secara sawah baru dengan harapan produksi beras dalam daerah maupun nasional semakin kuat," ucapnya.
Pertanian salah satu sektor yang memberikan kontribusi terhadap daerah, sehingga visi dan misi Pemprov Sulteng dengan slogan "Berani Panen Raya" dijabarkan dalam dua poin, yakni intensifikasi melalui program peningkatan indeks tanam dan indeks panen dari dua menjadi tiga kali panen maupun tanam.
Lalu ekstensif merupakan perluasan aral tanam dan optimalisasi lahan melalui percetakan sawah baru.
"Melalui dua metode itu diupayakan terjadi penambahan 20 ribu hektare tanaman baru untuk persiapan panen raya ke depan," turun Nelson.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
