BEI menargetkan laba bersih capai Rp300,81 miliar di 2026

id Bursa Efek Indonesia,Indonesia Stock Exchange,IDX,BEI,IHSG,Indeks Harga Saham Gabungan,Capital Market,Stock Market,Pasar

BEI menargetkan laba bersih capai Rp300,81 miliar di 2026

Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore (27/10) ditutup melemah 154,57 atau 1,87 persen ke posisi 8.117,15 seiring pelaku pasar merespon MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang berencana melakukan penyesuaian metodologi perhitungan free float perusahaan Indonesia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr​​​​​​

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan laba bersih mencapai Rp300,81 miliar pada 2026, atau tumbuh 18,02 persen year on year (yoy) dibandingkan senilai Rp254,9 miliar dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2025.

Sementara itu, pendapatan ditargetkan mencapai Rp1,94 triliun pada 2026, atau tumbuh 9,54 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp1,77 triliun dalam revisi RKAT 2025.
“Proyeksi laba bersih di 2026 naik 18 persen (yoy) menjadi Rp300,81 miliar,” ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI Tahun 2025, di Jakarta, Rabu.
Terhadap seluruh proyeksi keuangan tersebut, Iman mengatakan Cost to Income Ratio perseroan sebesar 80,5 persen, atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata sejak tahun 2015.
Ia memastikan, BEI telah memperhitungkan kecukupan belanja investasi pada 2026, tercermin dari total kas, setara kas, dan aset keuangan lainnya yang masih terjaga di atas Rp3,41 triliun atau tumbuh 8,62 persen dari revisi RKAT 2025.
Atas seluruh kegiatan perseroan tahun depan, posisi total aset perseroan diproyeksikan akan mencapai Rp7,49 triliun dengan total ekuitas lebih dari Rp6,41 triliun pada akhir tahun 2026.
Sebagai informasi, per semester I-2025, BEI mencatatkan laba bersih sebesar Rp279,72 miliar atau tumbuh 1,76 persen dibandingkan senilai Rp274,89 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Adapun, pada periode ini pendapatan BEI tumbuh 8,75 persen (yoy) menjadi Rp1,39 triliun.
Secara umum, Iman mengatakan RKAT 2026 disusun dengan mengacu kepada fase pertama dari Master Plan BEI 2026- 2030, yaitu meningkatkan kesesuaian produk dengan pasar dan demokratisasi akses.
BEI akan berfokus dalam pengembangan sejumlah rencana kerja yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan, meningkatkan pelindungan investor, penyediaan layanan data yang sesuai kebutuhan pelanggan, hingga penyempurnaan teknologi yang digunakan.
Dalam RUPSLB kali ini, para pemegang saham BEI memberikan persetujuan atas Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Perseroan Tahun Buku 2026, serta Perubahan Anggaran Dasar.

Pewarta :
Editor : Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.