'Sulap' Vale, Tanah Merah Jadi Warisan Hijau

id Vale,tanah merah,warisan hijau

'Sulap' Vale, Tanah Merah Jadi Warisan Hijau

Seorang pengunjung menikmati suasana di rerimbunan pepohonan Hutan Himalaya di kawasan pertambangan nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (2/8/2024). . ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc. (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

Sorowako (ANTARA) - Himalaya Hill dan Solia Hill kini berdiri sebagai bukti nyata. Bekas tambang bisa kembali hijau, bahkan menjadi ruang belajar, wisata, dan sumber kehidupan baru.

Banyak orang menyebutnya sulap. Tapi bukan sulap sekejap ala “Pim…Pim…Pom!” Upin & Ipin. Sulap ini lahir dari kerja keras puluhan tahun, dengan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

“Setiap langkah yang kami ambil, mencerminkan komitmen kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama," kata Bernardus Irmanto, Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale.

Nama Himalaya Hill dan Solia Hill kini populer di Sorowako. Padahal dulunya kedua bukit ini hanyalah bekas galian tambang yang gundul, panas, dan penuh debu.

Himalaya Hill dengan luas kurang lebih 31 Hektare, menjadi laboratorium lapangan. Di sini Vale menguji teknik rootballed propagation, yakni metode pemindahan tanaman beserta akar yang mampu mempercepat pertumbuhan 6–10 tahun lebih cepat daripada cara tradisional.

Solia Hill dengan luas 88 hektare mencapai tingkat keberhasilan reklamasi 98 persen. Kawasan ini kemudian dibuka sebagai ruang publik. Dari edukasi lingkungan hingga wisata alam ringan.

Kini, kedua bukit ini hijau oleh perdu, pohon endemik, bahkan kanopi muda. Ekosistem mulai kembali, serangga dan burung menjadi penghuni baru. “Tanah mati” pelan-pelan berubah jadi “tanah bernyawa”.

Setiap narasumber—baik dari Vale, pemerintah, maupun masyarakat—menjadi bagian dari simfoni keberlanjutan ini. Perusahaan belajar merawat, pemerintah memberi dukungan, masyarakat bertransformasi dari objek menjadi aktor, dan alam perlahan menarik napasnya kembali.

Sulap Vale bukanlah trik sekejap mata, melainkan sulap kesabaran, kolaborasi, dan kepercayaan. Dari tanah merah yang dulu gersang, kini tumbuh warisan hijau—sebuah pesan bahwa luka alam bisa sembuh jika manusia memilih merawatnya.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.