Jakarta (ANTARA) - Upaya memulihkan bentang alam yang rusak tidak pernah terjadi dalam semalam. Di PT Vale Indonesia Tbk, perjalanan menuju keberlanjutan dimulai jauh sebelum istilah ESG(Environmental, Social, Governance) menjadi arus utama dalam industri pertambangan global.
“Pengembangan program dilakukan secara bertahap sejak 2017, dimulai dari riset dasar, desain dan pengujian inovasi, hingga implementasi dan pemantauan berkelanjutan sejak 2021,” kata Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Budiawansyah.
Dari riset tersebut, sederet inovasi lahir dan menjadi ciri khas pemulihan ekosistem ala PT Vale. Salah satunya adalah metode rootballed, teknik penanaman yang menjaga struktur akar sehingga mempercepat adaptasi pohon dan pemulihan tutupan hijau.
Inovasi lain yang tak kalah unik adalah rekayasa habitat kupu-kupu Cethosia myrina, spesies berwarna jingga terang yang menjadi indikator kesehatan ekosistem.
Hasilnya mulai terlihat. Lebih dari 4 juta pohon telah ditanam perusahaan tersebut, merehabilitasi sedikitnya 10.000 hektare lahan kritis di wilayah operasional mereka. Indeks keanekaragaman hayati pun menunjukkan peningkatan signifikan, flora mencapai angka 3,0, sementara fauna berada di kisaran 2,85.
Tak hanya menanam pohon, PT Vale juga memberi perhatian pada satwa endemik. Sejak 2008, program penangkaran Rusa Timor bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil membiakkan 55 individu, beberapa di antaranya telah dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.
“Keberlanjutan tidak bisa dilakukan sendirian. Sinergi antara sains, kebijakan, dan masyarakat adalah kunci menjaga bumi tanpa mengorbankan pembangunan,” kata Budiawansyah.
Pada 2025, dua penghargaan nasional dan regional diraih perusahaan tersebut, mempertegas posisinya sebagai pelopor praktik pertambangan berkelanjutan yang mengedepankan konservasi berbasis komunitas dari Luwu Timur hingga mendapat pengakuan internasional.
Bagi PT Vale, ESG bukan sekadar slogan, melainkan prinsip utama yang memandu arah perusahaan. Di bawah payung kebijakan keberlanjutan, komite khusus, dan sistem tata kelola yang ketat, perusahaan menyatakan terus membangun inovasi untuk menghadapi tantangan global dan industri.
PT Vale menegaskan tidak hanya berusaha memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga mendorong manfaat nyata bagi pemangku kepentingan. Metrik kinerja keberlanjutan dipantau secara konsisten, dengan mekanisme perbaikan berkelanjutan yang menjadi bagian dari budaya operasional mereka.
“Melalui fokus kami pada lingkungan, dampak sosial, dan keunggulan tata kelola, PT Vale memastikan tidak hanya kepatuhan, tetapi juga peran perintis dalam membentuk masa depan praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Dengan strategi yang proaktif, perusahaan ini berharap dapat menjaga ketahanan jangka panjang sekaligus mengambil keputusan yang berpihak pada masa depan bumi.
Di tengah gempuran kebutuhan energi dan material global, pekerjaan rumah untuk menjaga alam tetap menjadi prioritas. Di Luwu Timur, upaya tersebut terus berjalan perlahan, namun pasti didorong sebuah keyakinan bahwa pembangunan dan keberlanjutan dapat berjalan berdampingan, selama manusia tak berhenti berinovasi dan berkolaborasi.
