Logo Header Antaranews Sulteng

BEI: Jumlah transaksi pasar modal Sulawesi Tengah naik 28 persen

Minggu, 30 November 2025 22:53 WIB
Image Print
Kepala BEI Perwakilan Sulawesi Tengah Putri Irnawat memberikan keterangan terkait pertumbuhan investor pasar modal di Sulteng (ANTARA/Moh Ridwan)

Palu (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan jumlah transaksi saham pasar modal Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami kenaikan 28 persen Year-o-Year (YoY) atau sejak Januari hingga Oktober 2025 sebanyak Rp9,1 triliun.

"Peningkatan itu tidak terlepas dari aktivitas investor pasar modal di daerah ini," kata Kepala BEI Perwakilan Sulteng Putri Irnawati di Palu, Minggu.

Ia mengemukakan, sentimen positif terhadap aktivitas transaksi dipicu peningkatan jumlah investor pasar modal, sehingga tren tersebut masih sangat kuat dalam menjaga iklim investasi di bursa efek, dengan jumlah Single Investor Identification (SID) 135.509 orang.

Di bandingkan dua bulan terakhir jumlah transaksi itu meningkat pesat, yang mana sejak Januari hingga Agustus 2025 jumlah transaksi pasar modal Sulteng hanya Rp1 triliun.

"Kami mengapresiasi investor saham karena semakin gencar melakukan transaksi. Kami berharap hingga akhir tahun nanti, jumlah transaksi semakin tumbuh," ujarnya.

Ia menjelaskan pertumbuhan SID 2025 juga meningkat pesat dibandingkan jumlah SID Sulteng 2024 hanya 120.085 orang, begitu pun nilai transaksi tahun sebelumnya hanya Rp9 triliun.

Meski tren pertumbuhan dari sisi transaksi dan SID semakin baik, BEI tetap melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui galeri investasi.

"Tidak ada yang instan, semua melalui proses. Peningkatan jumlah transaksi tidak terlepas dari sosialisasi kami lakukan selama ini," ucap Putri.

Dalam berbagai kegiatan sosialisasi, pihaknya juga selalu mengedukasi masyarakat tentang investasi bodong, yang mana calon investor pasar modal harus memahami ciri-ciri investasi yang sah, supaya tidak tidak terjerumus ke dalam investasi yang menyesatkan.

"Investor pasar modal terbanyak di Sulteng yakni Kota Palu, di susul Kabupaten Morowali dan Banggai. Lalu dilihat dari demografi investor masih didominasi milenial usia 18 sampai 25 tahun," kata dia menuturkan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026