Wagub Sulteng: Penting lestarikan dokar sebagai warisan budaya daerah

id Wagub Sulteng ,Pelestarian Dokar ,Dokar Race Event,Kota Palu ,Sulawesi Tengah

Wagub Sulteng: Penting lestarikan dokar sebagai warisan budaya daerah

Wagub Sulteng Reny A Lamadjido membuka kegiatan Dokar Race Event Palu di Palu. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng

Palu (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido menekankan pentingnya pengembangan dan pelestarian dokar sebagai transportasi tradisional dan warisan budaya daerah agar tetap lestari dan tertata dengan baik.

“Kita boleh melestarikan budaya dokar, tapi harus rapi, bersih, dan aman. Jangan sampai membahayakan masyarakat,” katanya pada kegiatan Dokar Race Event Palu di Palu, Minggu.

Wagub mendorong agar pelaksanaan kegiatan pacuan dokar ke depan tidak lagi dilaksanakan di badan jalan umum, melainkan di arena khusus yang lebih aman dan representatif.

Menurut dia, penyediaan arena khusus diperlukan agar perlombaan dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu lalu lintas maupun kebersihan kota.

Ia juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan, kerapian, dan kebersihan dokar serta kuda yang dilombakan. Pelestarian budaya, kata dia, harus sejalan dengan ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Kalau ada event seperti ini, saya berharap tidak lagi di pinggir jalan. Kita perlu satu tempat khusus agar perlombaan bisa berjalan dengan baik, aman, dan tidak mengganggu lalu lintas maupun kebersihan kota,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, komunitas dokar, serta masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Dokar Race Event Palu Andris mengatakan lomba diikuti oleh 16 ekor kuda yang bertanding dalam beberapa kelas, mulai dari kelas A, B, hingga kelas D, sesuai dengan ukuran dan jenis kuda.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Berkuda Pacu Kota Palu untuk menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap pacuan kuda dan dokar sebagai identitas budaya lokal.

Insyaallah, pada Januari 2026 kami akan kembali menggelar kegiatan serupa. Kami berharap semakin banyak peserta dan dukungan dari berbagai pihak,” ujar Andris.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.