
Lapas Palu tingkatkan kualitas produk warga binaan

Palu (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu, Sulawesi Tengah, meningkatkan kualitas produk hasil warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui penguatan standar produksi dan sertifikasi halal.
Kepala Lapas Kelas IIA Palu Makmur di Palu, Senin, mengatakan peningkatan kualitas produk dan pemenuhan standar halal menjadi langkah strategis untuk mendorong UMKM warga binaan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami berkomitmen menjadikan produk bawang goreng dan keripik pisang sebagai ikon UMKM Lapas Palu. Sertifikasi halal sangat penting agar produk warga binaan dapat diterima oleh masyarakat dan memiliki daya saing yang kuat,” katanya.
Ia mengatakan, proses produksi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi standar usaha, tetapi juga memberikan keterampilan dan bekal jangka panjang bagi warga binaan.
Lapas Palu telah menerima kunjungan pihak Koperasi dan Lembaga Halal untuk meninjau produk unggulan hasil pembinaan kemandirian warga binaan berupa bawang goreng dan keripik pisang.
Ia menjelaskan kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah awal pemenuhan persyaratan sertifikasi halal sekaligus penguatan pemasaran produk UMKM Lapas Palu.
Tim lembaga halal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi, mulai dari kebersihan area, peralatan pengolahan, bahan baku, hingga prosedur kerja yang diterapkan oleh WBP.
"Verifikasi awal ini bertujuan memastikan seluruh tahapan produksi telah sesuai dengan prinsip higienitas, keamanan pangan, dan kaidah halal sebelum memasuki tahapan audit lanjutan," ujarnya.
Selain itu, koperasi turut melakukan penilaian terhadap potensi pemasaran, tampilan pengemasan, serta keberlanjutan produksi agar produk bawang goreng dan keripik pisang dapat memenuhi standar pasar yang lebih luas.
Dalam proses ini, dibahas juga terkait penguatan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, serta strategi branding yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi program pembinaan kemandirian.
Ia menegaskan Lapas Palu berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi teknis dari pihak Koperasi dan Lembaga Halal.
Ia melanjutkan optimalisasi proses produksi akan terus dilakukan sebagai bagian dari peningkatan premi WBP, serta kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui pemasaran produk unggulan lapas.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah Bagus Kurniawan mengapresiasi upaya Lapas Palu dalam meningkatkan kualitas UMKM pemasyarakatan.
“Pembinaan kemandirian harus terus ditingkatkan. Peninjauan ini merupakan langkah maju menuju produk UMKM pemasyarakatan yang profesional dan berdaya saing,” ujarnya.
Bagus juga mendorong percepatan tindak lanjut rekomendasi teknis agar sertifikasi halal dapat segera diperoleh.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
