Enam rumah warga di Palu rusak dampak hidrometeorologi

id Angin kencang, Putingbeliung, bencana hidrometeorologi, pemkotpalu, BPBD Palu, Irfan Suebo, korban bencana, hujan lebat

Enam rumah warga di Palu rusak dampak hidrometeorologi

Salah satu rumah warga di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore mengalami kerusakan bagian atap dampak angin kecanggihan melanda Kota Palu pada Kamis (8/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Palu

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu mengatakan sekitar enam rumah warga di Ibu Kota Sulawesi Tengah mengalami kerusakan akibat dampak bencana hidrometeorologi angin kencang disertai hujan lebat pada Kamis sekitar Pukul 03.30 Wita.

"Setelah kami lakukan asesmen ada enam rumah warga di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore rusak pada bagian atap tertiup angin," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu Irfan Suebo di Palu, Kamis.

Ia mengemukakan, cuaca buruk melanda Kota Palu pada waktu subuh memberikan dampak kerusakan bangunan, angin kencang bertiup dari arah utara ke selatan berlangsung beberapa jam disertai hujan lebat hingga pagi hari.

Enam rumah mengalami kerusakan langsung dilakukan penanganan pembersihan puing-puing oleh personel BPBD dan personel Dinas Pemadam Kebakaran setempat.

"Penanganan sudah dilakukan sejak pagi hari. Pak Wali Kota juga telah menginstruksikan segera mengambil langkah-langkah konkret memberikan bantuan kedaruratan kepada warga terdampak hidrometeorologi," ujarnya.

Ia menjelaskan, khusus penyaluran bantuan logistik berupa sembako kepada enam kepala keluarga (KK) terdampak diberikan kewenangan sepenuhnya kepada Dinas Sosial (Dinsos).

"Setelah peninjauan bersama Pak Wali Kota telah disalurkan bantuan logistik. Bantuan ini paling tidak untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Selanjutnya Dinsos dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan intervensi bantuan perbaikan komponen rumah yang rusak," ucap Irfan.

Selain kerusakan dampak angin kencang, sejumlah kawasan di Kecamatan Palu Barat juga terdampak luapan air akibat hujan lebat mengguyur Kota Palu.

"Kawasan terdampak luapan air sudah ditangani bersama warga setempat. Luapan air tidak memberikan dampak serius, meski luapan itu sempat mengganggu aktivitas warga di pagi hari, namun semuanya teratasi," kata dia.

Ia juga mengimbau warga tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan termasuk ke dalam drainase, sebab perilaku seperti itu bisa memberikan dampak penyumbatan saluran air bila terjadi hujan lebat.

"Kalau saluran air tersumbat, tentu air akan meluap ke badan jalan dan merembet ke pemukiman warga. Kami berharap kesadaran masyarakat mengutamakan kebersihan lingkungan," katanya.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.