Logo Header Antaranews Sulteng

Utusan Trump: Kegagalan bukan pilihan dalam rekonstruksi Gaza

Jumat, 20 Februari 2026 09:57 WIB
Image Print
Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi (kanan) bertemu dengan utusan khusus Presiden AS Steve Witkoff (tengah) dan Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump, di Muscat, Oman, Jumat (6/2/2026). Kementerian Luar Negeri Oman mengatakan bahwa pembicaraan tidak langsung yang sedang berlangsung antara delegasi Iran dan AS di Muscat difokuskan pada persiapan untuk melanjutkan negosiasi diplomatik dan teknis terkait isu nuklir Iran. ANTARA/Xinhua/HO-Kementerian Informasi Oman/aa.

Istanbul (ANTARA) - Jared Kushner, tokoh penting upaya perdamaian AS, Kamis (19/2), menegaskan kegagalan di Gaza “bukanlah pilihan” saat memaparkan visi ambisius rekonstruksi wilayah Gaza dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington.

“Kami di sini untuk membantu rakyat Gaza, mengangkat mereka, dan memberi mereka setiap kesempatan untuk berhasil,” kata menantu Presiden AS Donald Trump itu.

Ia menggambarkan upaya tersebut sebagai kemitraan antara warga Gaza dan Israel guna menciptakan “lingkungan yang damai dan dapat berfungsi”.

Kushner menyampaikan nada optimis tentang kerja sama internasional, mengatakan bahwa Muslim, Yahudi, Palestina, Israel, dan orang-orang dari seluruh dunia telah bersatu di sekitar "tujuan bersama, yaitu perdamaian dan kebersamaan."

"Kita tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi apa yang Anda lihat hari ini adalah bahwa kita berpotensi mengubah masa depan jika kita fokus dan melakukan ini dengan cara yang benar," ujarnya.

Ia menuturkan, para peserta Dewan Perdamaian adalah “kelompok negara terpilih yang sungguh percaya masa depan bisa berubah”, dan bahwa mereka terlibat “demi anak-anak serta cucu-cucu mereka”.

Sebuah video promosi yang diproduksi oleh Kushner menguraikan upaya rekonstruksi di lapangan, menggambarkan pembentukan zona aman yang menawarkan tempat berlindung, makanan, perawatan kesehatan, dan pendidikan bagi keluarga Palestina.

Pekerjaan infrastruktur yang dikoordinasikan dengan AS dan Bank Dunia akan mempekerjakan ratusan ribu orang dalam kegiatan pembangunan kembali dan komersial, sementara sistem transportasi, air dan energi akan dipulihkan.

Video tersebut menetapkan target tiga tahun untuk rekonstruksi penuh Rafah, pengurangan pengangguran, dan koneksi Gaza ke dunia melalui koridor yang menghubungkan Mesir, Israel, Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, yang meluas ke India dan Eropa.

Dalam satu dekade, Gaza akan menjadi wilayah yang berpemerintahan sendiri yang terintegrasi ke dalam kawasan dengan industri dan perumahan yang berkembang, menurut video tersebut.

Sumber: Anadolu




Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026