
Pasar Masomba Terbakar Lagi

Kerugian juga cukup besar karena tidak ada barang dagangan yang bisa diselamatkan akibat api menjalar sangat cepat," kata Sahruddin, seorang pedagang Pasar Masomba.
Palu - Pasar Masomba terbakar lagi. Api berkorbar Rabu dinihari sekitar pukul 04.45 WITA ketiga kebanyakan warga muslim masih sedang menunaikan shalat subuh.
Namun kobaran api yang menghanguskan puluhan kios dan lapak itu berhasil dijinakkan oleh regu pemadam kebakaran pemerintah kota dalam tempo sekitar 90 menit setelah kebakaran besar itu terjadi.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran ditambah satu unit mobil tangki air bolak-balik ke lokasi musibah untuk memadamkan api dan pada pukul 06.20 WITA, kobakaran api telah nyaris padam.
Saat berita ini disirkan beberapa mobil pemadam kebakaran masih berada di lokasi musibah untuk memadamkan bara api yang masih menyala untuk mencegah api merembes ke tempat lain, sementara ribuan warga memadati jalan-jalan di sekitar pasar terbesar kedua di ibu kota Sulawesi Tengah tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun beberapa orang yang menjadi korban kebakaran ini mengemukakan sedikitnya 100 pedagang kehilangan tempat berjualan, baik dalam bentuk kios maupun lapak.
"Kerugian juga cukup besar karena tidak ada barang dagangan yang bisa diselamatkan akibat api menjalar sangat cepat," kata Sahruddin, seorang pedagang Pasar Masomba.
Belum diketahui pula penyebab kebakaran itu, namun Sahruddin mengatakan bahwa api berasal dari tempat kos-kosan di dalam pasar. Hanya ia tidak bisa memastikan, apakah karena hubungan pendek arus listrik, penggunaan lilin atau obat nyamuk bakar.
Kegiatan perdagangan di Pasar Masomba Rabu pagi masih berjalan karena pasar ikan dan daging tidak terkena imbas kebakaran. Hanya pedagang tidak bisa leluasa karena sambungan listrik padam.
Bagian pasar yang terbakar umumnya dihuni pedagang aneka barang seperti alat-alat rumah tangga, pakaian, bumbu-bumbu dapur serta sayur-mayur. Lokasi kebakaran berada tepat di belakang Mal Tatura Palu yang dipisahkan oleh jalan raya. (R007)
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
