Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkab Sigi: Kontribusi PDRB tembus 50 persen di sektor pertanian

Kamis, 9 April 2026 20:41 WIB
Image Print
Buruh tani mencabut bibit tanaman padi dari persemaian di Desa Kaleke, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (1/6/2025). (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan kontribusi sektor pertanian menjadi penggerak terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di daerah tersebut yang sudah mencapai lebih dari lima puluh persen.

"Tentunya sektor pertanian mencakup perkebunan, peternakan dan perikanan tetap menjadi salah satu tulang punggung yang dapat memberikan kontribusi nyata dan langsung kepada masyarakat," kata Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi Afit Lamakarate saat dihubungi awak media di Sigi, Kamis.

Ia mengemukakan hingga saat ini sektor pertanian sejalan dengan rencana jangka panjang daerah dengan memprioritaskan kemandirian pangan masyarakat.

Menurut dia, selama tahun 2025 produktivitas padi di daerah tersebut mencapai 6,6 ton per hektare, sehingga total produksi padi di Sigi sebanyak 142.000 ton.

"Produktivitas dan produksi Kabupaten Sigi surplus mencapai 142.000 ton tahun 2025," ucapnya.

Ia menuturkan terus meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari dua kali menjadi tiga kali tanam dalam setahun.

"Harapannya angka indeks pertanaman bisa mencapai tiga kali tanam, terutama untuk areal yang irigasinya bagus," sebutnya.

Afit menyebutkan saat ini terdapat sebanyak 30 daerah irigasi yang menunjang lahan pertanian di Kabupaten Sigi.

"27 irigasi menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sigi, sedangkan sisanya tanggung jawab pemerintah pusat dan provinsi, " kata dia.

Ia menjelaskan dalam rangka memenuhi kebutuhan air untuk sektor pertanian di Kabupaten Sigi, pihaknya sudah menyiapkan sumur pompa di sejumlah wilayah perbukitan seperti di Desa Oloboju.

"Jadi Sumur pompa itu sangat membantu karena bisa dibangun di titik-titik lahan kritis dan daerah-daerah perbukitan yang memang sulit dijangkau oleh irigasi, serta sumur itu bisa mengairi sebanyak 15 hektare area pertanian," ujarnya.

Diketahui luas lahan pertanian dan hasil validasi Luas Baku Sawah (LBS) di Sigi hingga Desember 2024 mencapai 15.280 hektare.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026