Logo Header Antaranews Sulteng

Sekjen PBB desak AS, Iran segera buka Selat Hormuz

Selasa, 28 April 2026 08:37 WIB
Image Print
Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman pada 8 April 2026. ANTARA/Shady Alassar/Anadolu/pri.

Markas PBB (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk segera membuka Selat Hormuz, kata juru bicaranya, Stephane Dujarric.

Adapun seruan tersebut disampaikan Sekjen PBB dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait keamanan maritim yang berlangsung juga pada Senin.
"Sekjen Guterres mendesak semua pihak agar membuka Selat Hormuz, kemudian mengizinkan kapal-kapal lewat tanpa pungutan dan tanpa diskriminasi. Biarkan perdagangan pulih dan ekonomi global bernapas, kata beliau," ucap Dujarric kepada wartawan.
Sekjen PBB memperingatkan bahwa pelayaran komersial kini justru dijadikan pion untuk memberi tekanan kepada pihak lain, sehingga kebebasan dan hak maritim yang fundamental terkikis, tutur sang juru bicara.
Dujarric mengatakan bahwa Sekjen PBB turut memperingatkan bahwa blokade Selat Hormuz saat ini telah mengakibatkan gangguan rantai pasok terburuk sejak pandemi COVID-19 dan konflik di Ukraina.
"Gangguan berkepanjangan berisiko memicu darurat pangan global yang menyebabkan jutaan orang, khususnya di Afrika dan Asia Selatan, terancam kelaparan dan kemiskinan, kata Sekjen Guterres," demikian Dujarric.
Angkatan Laut AS pada 13 April mulai memblokade lalu lintas pelayaran yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan di Iran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur distribusi untuk 20 persen pasokan minyak mentah, produk minyak, dan LNG global.
Washington mengatakan semua kapal yang bukan milik Iran bebas berlayar di Selat Hormuz selama mereka tidak membayar bea apapun kepada Teheran.
Padahal, otoritas Iran belum mengumumkan rencana apapun untuk memberlakukan pungutan melintasi Selat Hormuz, meski langkah tersebut sempat dipertimbangkan sebelumnya.
Sumber: Sputnik



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026