Logo Header Antaranews Sulteng

Zulhas minta Bulog lepas pasokan jagung stabilkan harga pakan ternak

Rabu, 13 Mei 2026 09:29 WIB
Image Print
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan keterangan kepada pers usai meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta Perum Bulog segera melepas sebagian dari ratusan ribu ton cadangan jagung pemerintah dengan harga subsidi ke sentra peternak telur untuk menekan biaya pakan ternak.

Saat meninjau harga dan pasokan pangan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu, Zulhas langsung menelepon dan berkomunikasi dengan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani untuk mempercepat pelepasan stok jagung tersebut.
“Tadi sudah kita cepat (tanggapi), segera kenaikan harga pakan itu saya telepon Bulog agar segera dilepas cadangan jagungnya Bulog, ratusan ribu ton itu, dengan harga subsidi ke sentra-sentra peternak telur,” kata Zulhas.
Ia mengatakan langkah tersebut perlu segera dilakukan karena peternak telur menghadapi tekanan dari dua sisi, yakni harga telur di tingkat peternak yang turun dan harga pakan yang naik.
Ia menyebutkan harga telur di tingkat peternak yang biasanya berada di kisaran Rp23 ribu per kilogram (kg), kini turun menjadi sekitar Rp20 ribu per kg.
“Kena dua, harga di level peternak biasanya mereka terima Rp23 ribu per kg, sekarang terimanya ada yang Rp20 ribu per kg jadi kan rugi. Tetapi jagungnya naik, harga pakan-nya naik,” ujarnya.
Menurut dia, pelepasan cadangan jagung pemerintah diharapkan dapat menstabilkan harga jagung sehingga peternak tidak membeli pakan dengan harga tinggi.
Dengan demikian, pemerintah dapat menjaga keseimbangan harga agar tidak terlalu membebani konsumen tetapi tetap melindungi keberlanjutan usaha peternak.
Harga telur di Pasar Palmerah terpantau sekitar Rp27 ribu per kg, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp30 ribu per kg.
Ia menilai harga telur yang terlalu rendah dapat merugikan peternak, meski di sisi lain masyarakat diuntungkan dengan harga yang lebih murah.
“HET itu konsumen enggak terlalu berat, tapi peternaknya enggak tutup. Kalau terlalu murah peternaknya tutup, tentu konsumen senang harganya murah, ini yang kita harus jaga,” ucap Zulhas.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan pada 12 Mei 2026, harga rata-rata nasional telur ayam ras tercatat Rp28.354 per kg atau turun 0,18 persen dibanding hari sebelumnya.
Selain meminta Bulog melepas jagung, Zulhas juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperbanyak penggunaan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu menyerap pasokan telur.
Menurut dia, permintaan dari program MBG dapat membantu mengangkat harga telur agar kembali ke tingkat yang wajar bagi peternak.
“Kalau BGN dua hari saja pakai telur, itu berarti 48 juta butir satu kali belanja. Kalau dalam seminggu dua kali, itu bisa kembali kepada harga HET,” ujarnya.
Ia mengatakan stok pangan secara umum saat ini aman, termasuk beras, telur, ayam, dan cabai yang harganya mulai menurun.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso berbincang dengan pedagang saat meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Aria Ananda)
Data SP2KP juga mencatat harga cabai merah keriting secara nasional pada 12 Mei 2026 berada di level Rp45.830 per kg, cabai merah besar Rp48.768 per kg, dan cabai rawit merah Rp63.252 per kg.
Berdasarkan pantauan di Pasar Palmerah, harga cabai merah keriting berada di angka Rp44 ribu per kg, cabai merah besar sekitar Rp47 ribu per kg, dan cabai rawit merah Rp65 ribu per kg.
“Secara keseluruhan tadi pangan aman, stoknya dapat dilihat berlebih. Tapi kita ingin aman buat petani, aman buat masyarakat, aman juga buat peternaknya,” kata Zulhas.
Dalam peninjauan pasar tersebut, Zulhas bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso menyapa dan berbincang dengan beberapa pedagang dan warga di Pasar Palmerah. Keduanya turut membagikan minyak goreng dan bantuan uang tunai kepada sejumlah warga yang berada di area pasar.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026