Logo Header Antaranews Sulteng

MedcoEnergi Perkuat Tiga Pilar Strategi "Value, Focus, Growth", Dorong Produksi Migas dan Energi Bersih 2026

Kamis, 21 Mei 2026 12:01 WIB
Image Print
Senior Vice President Business Support MedcoEnergi, Iwan Prajogi, dalam sesi diskusi “MedcoEnergi Today: Value. Focus. Growth.” pada ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026). ANTARA/HO- (Irwan K Basir)

Tanggerang (ANTARA) - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menegaskan arah baru pengembangan bisnis energi melalui strategi “Value, Focus, Growth” yang menjadi tiga pilar utama perusahaan dalam menghadapi tantangan industri energi global pada 2026.

Strategi tersebut diperkenalkan Senior Vice President Business Support MedcoEnergi, Iwan Prajogi, dalam sesi diskusi “MedcoEnergi Today: Value. Focus. Growth.” pada ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Iwan menjelaskan, ke tiga pilar strategi tersebut dirancang saling melengkapi guna menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Value, Focus, Growth menjadi framework utama MedcoEnergi untuk tahun 2026 dan masa mendatang,” ujar Iwan.

Pilar Value difokuskan pada penciptaan nilai tambah melalui optimalisasi aset migas dan penguatan efisiensi operasional. Sementara Focus diarahkan pada pengembangan proyek-proyek strategis yang dinilai memiliki potensi produksi tinggi dan berkelanjutan. Adapun Growth menjadi langkah ekspansi perusahaan, baik di sektor migas maupun energi terbarukan.

Melalui strategi tersebut, MedcoEnergi mencatat produksi migas Kuartal I 2026 mencapai 170 mboepd (million barrel oil equivalent per day), meningkat 18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi itu disebut menjadi indikator kuat bahwa strategi bisnis perusahaan mulai menunjukkan hasil positif di tengah volatilitas pasar energi global.

“Seluruh proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal dan mendukung keandalan pasokan energi nasional,” jelas Iwan.

Di sektor hulu migas, MedcoEnergi mempercepat sejumlah proyek strategis. Corridor PSC di Sumatra Selatan kini telah berproduksi penuh di bawah kepemilikan 70 persen MedcoEnergi. Sedangkan proyek Sakakemang PSC tengah menuju tahap Final Investment Decision (FID) pada Kuartal III 2026 dengan target produksi perdana pada 2027.

Tak hanya itu, proyek Senoro Phase 2A di Sulawesi juga ditargetkan mulai beroperasi penuh pada pertengahan tahun ini.

“Aset migas MedcoEnergi terbentang dari Aceh hingga Sulawesi, termasuk keterlibatan pada LNG train joint venture dan operasi hulu migas,” katanya.

Di sisi pertumbuhan bisnis, MedcoEnergi juga memperluas portofolio eksplorasi dan energi baru. Salah satunya melalui pengembangan Wilayah Kerja (WK) Nawasena serta blok baru Cendramas di Malaysia yang dijadwalkan efektif mulai 23 September 2026.

Langkah ekspansi tersebut mempertegas strategi Growth perusahaan untuk memperluas cadangan dan meningkatkan daya saing regional.

Selain migas, MedcoEnergi terus memperkuat bisnis ketenagalistrikan sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih. Hingga 2025, kapasitas terpasang pembangkit listrik perusahaan telah menembus lebih dari 1.000 MW dengan total penjualan listrik mencapai 4.371 GWh.

Peningkatan kapasitas itu menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi sekaligus mendukung target penyediaan energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Dengan menggabungkan tiga pilar Value, Focus, dan Growth, MedcoEnergi optimistis mampu menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran sebagai salah satu perusahaan energi terintegrasi terbesar di kawasan Asia Tenggara.


Penulis : Irwan K Basir



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026