Logo Header Antaranews Sulteng

Kadin Parimo-Sulteng sinkronkan program untuk ekonomi daerah

Kamis, 21 Mei 2026 15:18 WIB
Image Print
Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong (kiri) bersama Ketua Kadin Sulawesi Tengah terpilih Gufran Ahmad (kanan) saat Musprov Kadin Sulteng ke-VIII di Palu. (ANTARA/Moh Ridwan)

Palu (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bergerak cepat melakukan konektivitas dan sinkronisasi program kerja dengan pengurus Kadin Sulawesi Tengah (Sulteng) terpilih untuk kepentingan penguatan perekonomian daerah.

"Kami melihat ada keselarasan yang sangat kuat, maka kami memaksimalkan kombinasi program dengan Kadin Sulteng," kata Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong di Palu, Kamis.

Ia menjelaskan visi utama Kadin Parimo periode 2026-2031 menciptakan wirausaha lokal mandiri 'satu rumah satu pengusaha' yang dijabarkan dalam misi berfokus pada akselerasi ekonomi daerah melalui penguatan potensi lokal, pengembangan komoditas ekspor seperti durian, pemberdayaan UMKM, dan transformasi digital.

Sementara arah kebijakan organisasi yang dipimpin Ketua Kadin Sulteng terpilih Gufran Ahmad periode 2026-2031 membawa konsep 'Kadin berani' dengan strategi membangun sinergitas bersama pemerintah, dan berani membela kepentingan pengusaha lokal.

"Kadin Sulteng juga berkomitmen menciptakan ekonomi kerakyatan berbasis masyarakat lokal satu rumah satu pengusaha, lewat program sistem informasi bisnis. Visi besar kami sejalan dengan program mereka usung, " ujarnya.

Menurut dia kesamaan arah kebijakan menjadi momentum besar terhadap pengembangan dunia usaha di tingkat lokal.

"Kami ingin memastikan program 'satu rumah, satu pengusaha' berjalan masif untuk memperkuat iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan," ucap Faradiba.

Ia mengemukakan konektivitas program juga bertujuan membentuk struktur organisasi yang kuat, supaya Kadin dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah (pemda).

Konsentrasi Kadin Parimo saat ini memasifkan kegiatan ekspor durian ke Tiongkok, dengan memperkuat bagian hulu mengenai metode budi daya komoditas tersebut, supaya hasil produksi petani tetap memenuhi standar ekspor.

"Selain menjaga iklim investasi durian, kami juga mengedukasi petani supaya perlakukan terhadap tanaman harus mengacu standar ekspor, selain itu pemanfaatan pendekatan teknologi juga bertujuan meningkatkan kualitas buah," tuturnya.

Menurut data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, empat bulan terakhir atau sejak Januari hingga April 2026 sebanyak 1.044 ton durian beku diekspor ke Tiongkok dengan nilai pendapatan petani mencapai Rp397 miliar.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026