
Pemkot-Palu pastikan kebutuhan bahan pokok terpenuhi jelang Idul Adha

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat di daerah itu terpenuhi menjelang Hari Raya Idul. Adha 1447 Hijriah.
"Dari inspeksi yang kami lakukan pada Jumat (22/5), persediaan bahan pangan penting sangat memadai di tingkat distributor maupun pedagang pasar," kata Pelaksana tugas (Plt) Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palu Rahmad Mustafa di Palu, Sabtu.
Ia mengemukakan pemerintah daerah (pemda) memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas harga bahan pokok sehingga perlu pengawasan lebih ketat.
Dari hasil pemantauan tim, dilaporkan kondisi ketersediaan bahan pangan strategis di ibu kota Sulawesi Tengah sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momentum Idul Adha, bahkan untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan.
"Meskipun ditemukan sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga yakni canai rawit dan cabai keriting di kisaran Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram, namun tidak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, persediaan beras masing-masing distributor tersimpan di gudang, rata-rata 200 ton, kondisi itu sangat memadai untuk memenuhi konsumsi warga setempat.
Kemudian stok minyak goreng juga memadai, di mana produk milik Perum Bulog yang siap didistribusikan mencapai 60 ribu hingga 70 ribu liter per hari ke seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
"Masyarakat tidak perlu khawatir berbelanja, karena bahan pangan sangat tersedia di pasar-pasar tradisional maupun ritel lainnya," ucap Rahmad.
Menurut dia lagi, pihak distributor melaporkan bahwa pasokan gula pasir dari pabrik masih berjalan normal, hingga kini tidak ada kendala distribusi.
"Pemkot meminta pedagang maupun distributor jangan menimbun bahan pokok, menaikkan harga komoditas pangan yang tidak wajar, karena tindakan seperti itu melanggar hukum dan pemda berhak mencabut izin usaha distributor, termasuk pedagang nakal dikenakan sanksi.
"Para pemangku kepentingan di bidang perdagangan harus solid menjaga ketersediaan pasokan, termasuk menjaga stabilitas harga pangan supaya inflasi daerah tetap stabilitas.
Ia menambahkan bahan pokok salah satu komoditas penyumbang inflasi, maka pihak-pihak terkait dalam aktivitas perdagangan perlu membatu pemerintah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga wajar.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) angka inflasi tahunan Kota Palu (year-on-year) mencapai 5,22 persen pada Februari 2026, naik dari 4,35 persen pada Januari 2026.
"Upaya pengendalian inflasi dilakukan Pemkot Palu melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan gebrakan inovasi lewat program Palu mandiri, adaptif dan stabilitas pangan (Palu Mapan)," kata dia.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
