
Pemprov-Sulteng pastikan stok bahan pokok aman jelang Idul Fitri

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan ketersediaan stok bahan pokok di wilayah ini dalam kondisi aman menjelang Hari Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M.
“Menjelang Lebaran, kami bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi harga yang dijual kepada masyarakat. Pemerintah ingin memastikan harga tetap terkendali dan stok pangan tersedia,” kata Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido di Palu, Rabu.
Wagub melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke di Pasar Inpres Manonda dan gudang Bulog guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia mengatakan kegiatan ini juga sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Berdasarkan hasil pengecekan, kata dia, stok beras di gudang Bulog tercatat mencapai sekitar 35.000 ton yang diperkirakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima hingga enam bulan ke depan.
Ia mengatakan harga beras juga relatif stabil dengan kenaikan kecil berkisar Rp500 hingga Rp1.000.
Selain itu, ketersediaan minyak goreng merek “Minyakita” juga mencukupi, dengan stok sekitar 120.000 liter yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan selama tiga hingga empat bulan ke depan.
Meski demikian, pihaknya juga menyampaikan terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan, di antaranya daging sapi yang naik dari Rp135.000 per kilogram menjadi Rp150.000 per kilogram.
Harga ayam potong juga mengalami kenaikan dari kisaran Rp65.000-Rp70.000 menjadi Rp85.000 per ekor.
Wagub menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus mengintensifkan pengendalian inflasi, khususnya menjelang Idul Fitri yang biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok.
“Kami berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan tenang,” katanya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
