Logo Header Antaranews Sulteng

PNM RE3 FOR-E beri manfaat ekonomi bagi nasabah usaha laundry

Senin, 25 Mei 2026 18:00 WIB
Image Print
PNM donasikan pakaian kepada anak-anak di salah satu panti asuhan di Sulawesi Tengah. (ANTARA/HO-Humas PNM)

Palu (ANTARA) - Program RE3 FOR-E yang digagas PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memberikan manfaat ekonomi bagi nasabah pelaku usaha laundry melalui keterlibatan mereka dalam pengelolaan pakaian donasi layak pakai.

Program bertajuk Reduce, Re-love, Restyle for Environment, Economy, Empowerment, and Education itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 PNM sekaligus kampanye kepedulian lingkungan melalui pemanfaatan kembali pakaian yang tidak terpakai.

“Melalui semangat RE3 FOR-E, kami ingin menunjukkan bahwa barang yang tidak lagi digunakan masih dapat memberikan manfaat baru, baik bagi lingkungan maupun bagi masyarakat,” kata pihak PNM Cabang Palu dalam keterangannya diterima di Palu, Senin.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 17 ton pakaian layak pakai berhasil dikumpulkan dari berbagai wilayah kerja PNM di Indonesia. Pakaian donasi kemudian dicuci dan dirapikan oleh lebih dari 270 nasabah PNM Mekaar yang memiliki usaha laundry sebelum disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Keterlibatan nasabah usaha laundry dinilai tidak hanya mendukung pengurangan limbah tekstil, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi pelaku usaha ultra mikro.

Salah seorang nasabah PNM Cabang Palu yang memiliki usaha laundry, Sarmin, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan terharu. Setiap menjelang ulang tahun PNM, nasabah selalu dilibatkan untuk melakukan laundry pakaian layak pakai sehingga menjadi peluang pendapatan untuk usaha,” ujarnya.

Selain donasi pakaian, PNM juga menyalurkan buku anak-anak ke Ruang Pintar PNM Desa Towale sebagai dukungan terhadap akses pendidikan dan literasi bagi anak-anak di wilayah pemberdayaan PNM.

PNM berharap program RE3 FOR-E tidak hanya menjadi gerakan donasi semata, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang menumbuhkan kepedulian lingkungan, memperkuat ekonomi nasabah, dan memperluas akses belajar bagi anak-anak.

Berdasarkan data UN Environment Programme (UNEP) tahun 2025, sekitar 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan secara global setiap tahun, seiring meningkatnya tren konsumsi tekstil dan fast fashion. Kondisi tersebut mendorong pentingnya pengelolaan pakaian layak pakai agar dapat dimanfaatkan kembali secara berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Mohamad Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026