Logo Header Antaranews Sulteng

FIFA longgarkan aturan larangan botol minum di Piala Dunia 2026

Minggu, 7 Juni 2026 09:24 WIB
Image Print
Seorang pengendara sepeda melihat kubah Science World yang telah diubah menjadi bentuk bola pertandingan resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Vancouver, British Columbia, Kanada, Jumat (29/5/2026) waktu setempat. Vancouver menjadi salah satu kota penyelenggara pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 yang akan menggelar tujuh pertandingan. ANTARA FOTO/Xinhua/Liang Sen/tom.

Jakarta (ANTARA) - FIFA akhirnya melonggarkan aturan terkait larangan membawa botol minum ke dalam stadion selama Piala Dunia 2026 setelah mendapat kritik dari berbagai pihak.

Melalui media sosial resmi pada Jumat, badan sepak bola dunia itu menyebut seluruh penonton diizinkan membawa satu botol air minum berbahan plastik lunak yang masih tersegel pabrik saat memasuki stadion di Amerika Serikat dan Kanada.

"Semua penggemar boleh membawa satu botol air minum sekali pakai berbahan plastik lunak berukuran 20 ons (590 ml) yang masih tersegel pabrik ke dalam pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat dan Kanada," demikian pernyataan FIFA.

Meski demikian, FIFA tetap mempertahankan larangan terhadap botol minum isi ulang berbahan keras. Organisasi tersebut beralasan keputusan itu diambil demi menjaga keamanan di dalam stadion.

FIFA khawatir botol berbahan keras berpotensi digunakan sebagai benda yang dilempar ke arah pemain, suporter lawan, maupun petugas keamanan.

Karena itu, aturan mengenai botol isi ulang tidak mengalami perubahan meskipun kebijakan terkait botol plastik sekali pakai telah dilonggarkan.

Keputusan FIFA sebelumnya sempat memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, termasuk pejabat publik di kota-kota tuan rumah.

Banyak pihak menilai larangan membawa botol minum dapat membahayakan kesehatan penonton, terutama karena turnamen akan berlangsung pada musim panas dengan suhu yang tinggi.

Selain alasan kesehatan, FIFA juga mendapat tudingan bahwa larangan tersebut berpotensi menguntungkan penjualan minuman di dalam stadion. Seperti diketahui, air mineral, minuman ringan, dan jus yang dijual selama Piala Dunia dipasok secara eksklusif oleh salah satu sponsor utama FIFA, Coca-Cola.

Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memang dibayangi tantangan cuaca ekstrem.

Selain suhu yang diperkirakan dapat melampaui 32 derajat Celsius di sejumlah kota tuan rumah, turnamen juga berpotensi terganggu oleh hujan badai dan petir.

Dalam kondisi tersebut, ketersediaan air minum yang memadai dinilai menjadi kebutuhan penting, tidak hanya bagi para pemain yang bertanding, tetapi juga jutaan suporter yang akan memadati stadion selama berlangsungnya turnamen.

Dengan pelonggaran aturan ini, FIFA berharap dapat meredam kekhawatiran publik sekaligus tetap menjaga aspek keamanan di dalam arena pertandingan.





Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026