
Pemkab Buol libatkan lintas sektor untuk edukasi siaga gempa

Saya sudah perintahkan BPBD agar segera menyusun kajian kebencanaan secara komprehensif
Buol (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), melibatkan seluruh lintas sektor untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam seperti gempa bumi di daerah tersebut.
Wakil Bupati Buol Moh Nasir Dj. Daimaroto menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat agar siap menghadapi risiko gempa bumi.
"Jadi, kesiapsiagaan merupakan pilihan terbaik sebelum bencana terjadi, paling tidak mengetahui tempat perlindungan pertama saat terjadi gempa bumi sehingga semakin kecil risiko yang dihadapi," kata Nasir di Buol, Kamis.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah, camat, lurah, serta kepala desa agar menjadikan edukasi kebencanaan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
"Harapannya, setiap camat, lurah, dan kepala desa bahkan pimpinan OPD bisa memanfaatkan forum-forum warga untuk menyosialisasikan langkah penyelamatan saat terjadi gempa, sementara dunia pendidikan didorong menanamkan pendidikan kebencanaan sejak usia dini," ucapnya.
Baca juga: Buol pastikan pendataan rumah rusak pascagempa berjalan optimal
Baca juga: Situasi pascagempa M 5,4 di Buol berangsur kondusif
Ia mengemukakan pemerintah daerah saat ini sedang menyiapkan langkah jangka panjang untuk memperkuat sistem mitigasi seperti meningkatkan literasi kebencanaan kepada masyarakat.
"Saya sudah perintahkan BPBD agar segera menyusun kajian kebencanaan secara komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan termasuk untuk merancang pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap gempa," ujarnya.
Menurut dia, sebagian besar bangunan perkantoran pemerintah daerah sudah berusia hampir dua dekade sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus.
"Tentu dengan adanya kajian kebencanaan ini setiap pembangunan gedung di Kabupaten Buol di masa mendatang bisa mengacu pada standar bangunan tahan gempa guna meminimalisir risiko kerusakan saat terjadi gempa bumi," kata dia.
Nasir menyebutkan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan anggaran penanggulangan bencana mulai tahun 2027.
"Ke depan perlu adanya tim siaga bencana yang siap sedia selama 24 jam beserta dukungan logistik yang memadai. Langkah ini dapat mempercepat respons penanganan darurat sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat," ujarnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Fauzi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
