Gen Peace galang siswa Poso promosikan perdamaian

id poso,gen pewace,perdamaian,siswa

Foto bersama Gen Peace dan para siswa promotor perdamaian Poso (Antaranews Sulteng/Feri)

Damai di Poso diharapkan terus terpelihara
Poso (Antaranews Sulteng) - Generasi perdamaian (Gen Peace) Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, terus berupaya untuk merawat dan meningkatkan perdamaian di daerah bekas konflik itu melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, khususnya pelajar.

Salah satu program kemanusiaan yang diselenggarakan di Poso, Rabu (7/2) adalah menggelar aksi koalisi perdamaian berkelanjutan atau `youth coalition` dengan 30 siswa-siswi sejumlah sekolah SMA di Poso, baik dari perwakilan muslim maupun nasrani.

Promotor Youth Coalition dari Ambon, Firman mengemukakan kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Poso Frits Sampurnama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Poso, dr Urip Heriyanto, dan Promotor Youth Coalation dari Kota Ambon.

Hadir pula perwakilan organisasi dari luar Kabupaten Poso yakni sekolah-sekolah penginisiasi perdamaian, dan Inspiring Development (InDev) yang berkolaborasi menggagas program konsolidasi di rumah kota atau perdamaian yang berkelanjutan (Youth Coalition for Suistanable Peace (YCSP) 2018.

"Kita memilih peserta yang berasal dari daerah yang dianggap rentan dengan kasus kekerasan atau berada di lokasi yang terkena dampak konflik antarkelompok masyarakat seperti di Aceh, Ambon, Ternate, Makassar dan Poso," tutur Firman.

Sementara Ketua Panitia Gen Peace Sarif mengemukakan kegiatan Gen Peace merupakan program nasional yang mempunyai target sebanyak 150 anak SMA dengan masing-masing 30 perwakilan yang juga dilakukan di lima kota di Indonesia yaitu Aceh, Ambon, Makassar, Ternate dan Poso.

Sarif mengatakan, kegiatan Gen Peace dilaksanakan dengan pelatihan kepada 30 perwakilan SMA yang akan dilaksanakan lima hari dengan materi antaralain manajemen konflik, memahami konflik yang mereka rasakan di lingkungannya sehingga mampu menyelesaikannya dan tidak terpengaruh dengan isu isu yang bersifat perpecahan.

Program yang didukung sepenuhnya oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia melalui Program Alumni & YSEALI Internasional ini bertujuan mempersiapkan 150 pemuda pelajar untuk menjadi aktor yang mampu mengambil peran aktif dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan nirkekerasan dari sekolah ke komunitas secara berkelanjutan.

"Para peserta yang berjumlah tiga puluh anak SMA ini, terdiri atas perwakilan muslim dan nasrani yang akan dilatih selama lima hari di Kelurahan Bukit Bambu," ujar Sarif.

Seluruh peserta akan menginap di rumah warga di Kelurahan Bukit Bambu selama kegiatan berlangsung, untuk diajarkan mengetahui pola hidup di desa, memahami keseharian masyarakat seperti berkebun dan menimba air di sumur, dimana orang tua angkat mengajari peserta dengan pola hidupnya.

Ke depan seluruh peserta diharapkan dapat menyebarluaskan arti dan pentingnya perdamaian dengan hidup rukun dan damai di Kabupaten Poso.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar