Bendahara Nasdem: paprol bukan tempat kotor

id nasdem

Ahmad M Ali menjadi salah satu pembicara pada diskusi santai dengan tema "pentingnya politik santun di era milenial," yang diselenggarakan oleh Komunitas Tadulakota, di M`Bocada Warkop. (Hamdin/Humas Nasdem Sulteng)

Palu, (Antaranews Sulteng) - Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad M Ali mengatakan partai politik bukan wadah atau tempat yang `kotor` dan `menjijikkan`.

Sebaliknya partai politik merupakan ruang ekspresi, wadah, organisasi, yang dapat memberikan perubahan menuju kebaikan dan kesejahteraan bersama, katanya di Palu, Sabtu

Fenomena politik yang jauh dari praktek politik santun, utamanya berkaitan dengan penerimaan kita pada perbedaan-perbedaan cara padang di saat ini mengakibatkan politik selalu dilihat sebagai tempat yang kotor dan menjijikan bagi masyarakat.

Ahmad M Ali mengemukakan hal itu menjadi salah satu pembicara pada diskusi santai dengan tema "pentingnya politik santun di era milenial," yang diselenggarakan oleh Komunitas Tadulakota, di M`Bocada Warkop.

Anggota Komisi VII DPR-RI ini menyebut politik santun sejatinya adalah nilai. Dia boleh disebut sebagai jalan hidup dalam bekerja membangun kesejahteraan rakyat yang menjadi cita-cita pendiri bangsa.

Karena itu, menurut dia, perlu ada perubahan paradigma berfikir dimulai dari diri sendiri dalam menilai gagasan dan kerja partai politik.

Misalkan, urai dia, praktek politik Partai Nasdem dengan program Indonesia memanggil dan politik tanpa maharnya.?Hal itu bukan pecitraan kepada masyarakat.

Melainkan, tegas dia, sebagai bentuk komitmen kesungguhan dan keseriusan partai tersebut untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat bergabung dan bersama-sama membangun Indonesia.

"Program Indonesia memanggil dan politik tanpa mahar ini dimaksudkan untuk memanggil putra putri terbaik bangsa ini untuk berkipra di dunia politik baik sebagai caleg, calon kepala daerah termasuk calon presiden dengan tidak meminta mahar apapun," tegasnya.

Ahmad M Ali didampingi istrinya Dr Nilam Sari Lawira hadir dalam diskusi yang digelar Komunitas Tadulakota. Selain dia, sejumlah tokoh politik lintas partai Sulawesi tengah juga tampak hadir. Seperti Wali Kota Palu dua periode (2004-2009 dan 2009-2014) Rusdi Mastura, politisi PDIP Ashar Yahya, Politisi PPP Fifi Fairus Husen Maskati dan sejumlah kader partai politik lainnya seperti Tatya Van Gobel Bendahara Partai Berkarya.

Komunitas Tadulakota menjadi salah satu tempat berkumpulnya para tokoh pemuda, politisi lintas partai dan mereka yang mau berkumpul menggagas sesuatu yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan daerah.

Baca juga: Surya Paloh harap nasdem menangi pemilu 2019

 
Pewarta :
Editor: Muhammad Hajiji
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar