Warga Mumpe Banggai temukan senjata yang hilang 2013

id SENJATA,EKSPEDISI NKRI,LUWUK

Seorang anggota TNI menerima senjata yang ditemukan warga dari Kepala Dusun Mampe, Kamis (14/6) malam. (Antaranews Sulteng/Dokumen Koramil Bunta)

Luwuk, Sulteng (Antaranews Sulteng) - Senjata milik salah satu korban tewas pada kegiatan Ekspedisi NKRI Tahun 2013 Koridor Sulawesi Subkorwil Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, ditemukan warga, Kamis (14/6) sekira pukul 13.00 Wita.

Senjata tersebut ditemukan oleh Weni Sapende (31), warga Dusun 3 Mumpe (suku terasing), Desa Doda Bunta, Kecamatan Simpang Raya saat sedang mencari udang dengan cara menyetrum menggunakan listrik accu.

Weni mengaku terkejut melihat benda yang menyerupai senjata dan langsung mengambil dan setelah memeriksanya ia memastikan benda itu adalah senjata.

Ia kemudian buru-buru pulang ke rumahnya di Dusun Mumpe dan menyembunyikan senjata karena itu takut. Tapi pada hari Sabtu (16/6) Weni akhirnya memberanikan diri melaporkan temuannya ke Kepala Dusun, Yulius Langkumo (51).

Yulius kemudian menindaklanjuti temuan itu dengan melapor ke kepala desa dan aparat penegak hukum.

Saat menerima laporan, Sertu Made yang bertugas sebagai Babinsa Desa Doda, langsung menghubungi Danramil Bunta, Kapten Inf. Darta. Danramil lalu berkoordinasi dengan Dandim 1308/LB Letkol Inf. Nurman Syahreda.

Atas perintah Dandim melalui Danramil, Sertu Made bergerak cepat menuju lokasi dengan berjalan kaki selama empat jam. Tiba di lokasi ia kemudian bertemu dengan kepala dusun dan warga Weni, penemu senjata. Sertu Made menerima langsung senjata tersebut dari Kepala Dusun Mumpe pada Sabtu (16/6) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Usai menerima senjata, Sertu Made kembali lagi ke Desa Doda dengan berjalan kaki karena Dusun Mumpe belum bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor. Sertu Made tiba di Desa Doda pada pukul 01.00 Wita dan mengamankan senjata tersebut.

"Iya benar ada penemuan senjata oleh warga dusun Mumpe. Tapi senjatanya sudah diserahkan ke Koramil," kata Yunis, Kepala Desa Doda Bunta, Kecamatan Simpang Raya dihubungi via telepon, Minggu.

Yunis menuturkan, berdasarkan laporan dari warganya bahwa senjata tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian tenggelamnya dua personel TNI Angkatan Udara pada akhir Maret 2013 silam.

Berdasarkan pengakuan Weni, ia menemukan senjata itu hanya sekira 500 meter dari lokasi tenggelamnya korban yang bertugas pada kegiatan Ekspedisi NKRI 2013.

Hasil pemeriksaan oleh Sertu Made, senjata tersebut masih dalam kondisi baik. Namun, magazin sudah tidak ada. Rencananya, Senin (18/6) senjata tersebut akan diserahkan ke Koramil Bunta untuk kemudian diantarkan ke Kodim 1308 Luwuk Banggai.
Seorang anggota TNI mempelrihatkan senjata yang ditemukan warga Dusun Mampe, Kabupaten Banggai, Kamis (14/6) malam. (Antaranews Sulteng/Dokumen Koramil Bunta)
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar