Upaya menjaga stabilisasi pangan pascagempa sulteng

id gempa, pasar

Pasar Induk Tradisional Masomba Palu kembali ramai pasca gempa dan tsunami (Anas Masa)

"Ayo bangkit-ayo bangkit" mari kita bangun kembali kota ini demi anak cucu kita,"kata Arief Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng.
Palu,(Antaranews Sulteng - Kota Palu dan tiga daerah lainya di Provinsi Sulawesi Tengah porak-poranda diterjang gempa bumi dasyat berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) yang juga diikuti tsunami pada 28 September 2018.

Tiga kawasan permukiman warga di Ibu Kota Provinsi Sulteng itu yakni Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Petobo di Kecamatan Palu Timur dan sebagian di Mamboro, Kecamatan Taweli diluluhlantakkan gempa dan tsunami.

Siapa nyana, kawasan yang padat penduduk tersebut, kini rata tanah dan hanya tertinggal puing-puing bangunan dan kendaraan menjadi pemandangan sehari-hari pascagempa bumi tersebut.

Hampir dua pekan sejak terjadinya bencana alam praktis perekonomian di Kota Palu lumpuh karena banyak pedagang dan pelaku usaha yang terdampak gempa dan tsunami.

Selain banyak usaha yang hancur luluh diterjang gempa dan tsunami, juga kebanyakan para pedagang di pasar-pasar tradisional, pasar modern dan toko-toko lari mengungsi ke berbagai tempat di dalam maupun luar wilayah Sulteng.

Masyarakat sangat sulit mendapatkan berbagai kebutuhan sehari-hari karena pedagang takut melakukan aktivitas seperti biasanya, menyusul adanya penjarahan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Pemerintah pun bertindak tegas dan cepat dengan mengistruksikan TNI/Polri mengamankan semua fasilitas penting dan strategis termasuk pasar-pasar dijaga ketat oleh aparat.

Dengan jaminan keamanan tersebut, para pedagang dan pelaku usaha mulai melakukan aktivitas perdagangan untuk memulihkan kembali perekonomian masyarakat di Kota Palu yang terpuruk akibat gempa dan tsunami.

Pemerintah pusat dan daerah bersinergi melakukan upaya pemulihan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas ketersediaan dan harga komoditas pangan agar masyarakat tidak sampai kekurangan bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari.

                               Operasi pasar

Pemerintah pusat, provinsi dan kota langsung bergerak cepat untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kota Palu dengan melaksanakan operasi pasar.

Operasi pasar pun digelar Perum Bulog setempat dengan melempar berbagai komoditas pangan ke pasar-pasar tradisonal yang ada di Kota Palu.

Bulog mengerahkan seluruh kekuatan personel dan stok pangan yang ada untuk mendukung kegiatan dimaksud dengan menggempur pasar-pasar tradisional maupun permukiman penduduk di delapan kecamatan di Kota Palu menjual beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, daging dan komoditas lainnya dengan harga terjangkau semua lapisan masyarakat.

Saban hari, Bulog Sulteng menyiapkan empat ton beras mendukung kegiatan stabilisasi harga pangan.

Titik-titik operasi pasar terus ditambah agar masyarakat dengan mudah bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari, sebab kondisi di pasar-pasar tradisional masih belum normal.

Tetapi beberapa hari terakhir ini, aktivitas di pasar tradisional semakin membaik mendekati normal.

Kepala Perum Bulog Sulteng, Khozin mengatakan hingga kini operasi pasar masih berlangsung dan Bulog memperbanyak lagi titik-titik penjualan pangan baik di pasar maupun kawasan permukiman penduduk.

Menyangkut stok pangan yang dikjuasai Bulog, Khozin menjamin masih cukup memadai. "Kami masih punya stok beras di gudang 13.000 ton, gula pasir dan minyak goreng mencapai ribuan liter dan juga daging beku," kata dia.

Kalaupun masih kurang, Bulog akan mendatangkan pasokan, termasuk beras dari provinsi tetangga yakni Sulsel, Gorontalo dan Sulut.

Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan bahan kebutuhan pangan, sebab pemerintah menjamin ketersediaan maupun harga pangan di daerah-daerah dilanda bencana alam seperti di Kota Palu dan beberapa daerah di Sulteng.

Bulog, kata dia, selain menyediakan stok pangan, juga memberikan bantuan kepada para korban gempa dan tsunami di Kota Palu dan daerah lainnya di Sulteng.

Khusus bantuan berbagai bahan kebutuhan pokok yang disalurkan Bulog kepada korban bencana alam di Sulteng, bukan diambil dari stok cadangan pemerintah, tetapi melalui sumbangan dari Bulog peduli.

"Para karyawan dan kariyawati Perum Bulog seluruh Indonesia menyisihkan penghasilan mereka demi membantu saudara-saudara kita yang tertimpah bencana alam di Sulteng," ujar Khozin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Arief Latjuba mengatakan gembira meski dilanda bencana alam, tetapi stok dan harga pangan dan kebutuhan lainnya di pasaran tetap terkendali.

"Ini yang patut kita syukuri bersama, bahwa pusat-pusat perbelanjaan di Kota Palu sudah mulai kembali normal," kata dia.

Berdasarkan hasil pengamatan di pusat-pusat perbelanjaan baik pasar tradisional maupun modern, stok dan harga kebutuhan pokok terbilang normal.

"Tidak ada gejolak harga pangan dan kebutuhan lainnya, semuanya rata-rata stabil dan terkendali," kata Arief.

Para pedagang dan pelaku usaha tidak memanfaatkan kesempatan untuk menaikan harga, meski ada peluang untuk itu. "Tapi mereka lebih memikirkan kebutuhan orang banyak dari pada keuntungan pribadi," ucapnya.

Selain Bulog, operasi pasar sama juga dilakukan oleh PT Pertamina yang menggelar operasi pasar untuk gas elpiji 3 kg.

Truk-truk yang? mengangkut elpiji subsidi dikerahkan PT Pertamina ke semua titik permukiman penduduk di wilayah Kota Palu untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Masyarakatpun tidak kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg dengan harga sesuai HET (harga ceran tertinggi) sebesar Rp16.000/tabung.

Hingga saat ini kegiatan tersebut masih dilakukan PT Pertamina. Di samping itu Pertamina melalui agen/penyalur mulai gencar melayani pendistribusian elpiji ke pangkalan pengecer.

Bahkan sekarang ini, terlihat pangkalan pengecer justru kewalahan menjualnya karena stok banyak, sementara kosumen berkurang, sebab mencapai ribuan jiwa warga Kota Palu meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami.

Pemerintah, kata Arief, akan mengawal dan memantau terus ketersediaan dan harga pangan dan elpiji subsudi. Jika stok mulai menipis, akan meminta Bulog maupun Pertamina menambah pasokan.

Meski ekonomi masyarakat sekarang ini lagi terpuruk akibat gempa dan tsunami, namun pemerintah optimistis akan segera akan bangkit kembali.

Dia juga mengajak masyarakat untuk bangkit kembali bersama-sama pemerintah yang ada bergotong royong membangun kekuatan ekonomi Kota Palu.

Pemerintah dan masyarakat di Kota Palu pasti akan kembali bangkit untuk menata wajah dan ekonomi Kota Palu bersinar seperti sebelumnya dimana Palu menjadi salah satu kota di Tanah Air yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat.
"Ayo bangkit-ayo bangkit" mari kita bangun kembali kota ini demi anak cucu kita,"kata Arief.

 
Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar