Korban tsunami butuh layanan kesehatan di pengungsian

id Nasdem,Tsunami,Sindue

Kondisi tenda pengungsi korban gempa dan tsunami Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. (Antaranews Sulteng/Humas Nasdem Sulteng M Hamdin) (Antaranews Sulteng/Humas Nasdem Sulteng M Hamdin/)

Donggala,  (Antaranews Sulteng) - Korban gempa dan tsunami di Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah membutuhkan adanya pelayanan kesehatan dari pemerintah di lokasi pengungsian.

"Warga korban tsunami sangat butuh adanya pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian, itu sesuatu yang mendesak diadakan," ucap salah seorang tokoh masyarakat Desa Lero Kecamatan Sindue, Mohammad Hamdin, Kamis.

Sebagian korban sampai saat ini masih tidur di bawah tenda terpal di Lapangan Sanggola, Dusun 01 Pompaya, Desa Lero. Tercatat sekitar 1.200 jiwa mengungsi di lapangan tersebut.

Sementara, pelayanan kesehatan pada Puskesmas Kecamatan Sindue belum berjalan maksimal.

Puskesmas tersebut belum dapat dimanfaatkan pascabencana gempa dan tsunami menerjang wilayah itu Jumat 28 September 2018.

Petugas medis di puskesmas itu melakukan pelayanan kesehatan kepada warga, dengan membangun tenda darurat di halaman puskesmas.

Karena itu, sebut dia, warga tidak dapat menggantungkan harapan sepenuhnya kepada puskesmas tersebut.

Sementara di lokasi pengungsian pelayanan kesehatan hanya datang dari relawan, yang terkadang ada, kadang tidak.

"Disaat bersamaan, ancaman penyakit terus mengintai pengungsi. Bayangkan, sudah lebih dari satu bulan korban tidur diatas tanah beratapkan terpal. Belum lagi, saat ini kita sudah memasuki musim hujan," ujar Hamdin.

Ia mengatakan bahwa pengungsi berharap pemerintah kabupaten menyediakan atau membangun posko kesehatan darurat di lokasi pengungsian, agar kesehatan masyarakat tetap terjamin oleh pemerintah.


 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar