
Bangunan Rusak Akibat Gempa Morowali Belum Terdata

Berdasarkan informasi sementara sebanyak 16 buah rumah rusak berat, 35 lainnya rusak ringan dan dua orang yang sedang berada di Gedung DPRD Kabupaten Morowali luka-luka akibat gempa bumi yang melanda daerah itu, pada Senin, pukul 10.17 WITA.
Palu, (ANTARA Sulteng) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah hingga kini belum mendapatkan data lengkap mengenai jumlah bangunan dan kerugian akibat gempa bumi 5,7 Skala Richter yang mengguncang Kabupaten Morowali pada 16 April 2012.
"Kami belum bisa memastikan baik jumlah bangunan maupun kerugian yang diakibatkan gempa itu," kata Kepala BPBD Sulteng Bartholomeus Tandigala di Palu, Rabu.
Ia mengatakan, sehari setelah bencana telah mengirim tim unit reaksi cepat (URC) ke Morowali.
Selain melakukan kegiatan tanggap darurat, juga akan membantu BPBD Kabupaten Borowali untuk mendata bangunan yang rusak, termasuk fasilitas pemerintah dan juga rumah-rumah penduduk.
"Data itu sangat kami butuhkan untuk bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat," katanya.
Berdasarkan informasi sementara sebanyak 16 buah rumah rusak berat, 35 lainnya rusak ringan dan dua orang yang sedang berada di Gedung DPRD Kabupaten Morowali luka-luka akibat gempa bumi yang melanda daerah itu, pada Senin, pukul 10.17 WITA.
Kerusakan yang dialami gedung DPRD Morowali yang terletak di Kota Bungku itu diperkirakan mencapai 35 persen. Kerusakan terberat terjadi pada plafon atau langit-langit bangunan dan sebagian besar beton mengalami retak-retak. (BK03)
Pewarta :
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
