Wall Street melemah di tengah ketakutan konsumen

id Wall Street,indeks S&P 500,indeks Dow,indeks Nasdaq,ancaman tarif meksiko,bursa saham

Illustrasi: Ekspresi para pialang yang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Amerika Serikat (Reuters)

New York (ANTARA) - Saham-saham di Amerika Serikat (AS) melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah Washington memutuskan untuk mengubah senjata tarifnya kepada Meksiko, mendorong Wall Street ke mode tidak bergairah atau bearish dan memicu penghindaran risiko (risk-off).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 354,84 poin atau 1,41 persen, menjadi ditutup di 24.815,04 poin. Indeks S&P 500 turun 36,80 poin atau 1,32 persen, menjadi berakhir di 2.752,06 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 114,57 poin atau 1,51 persen, menjadi 7.453,15 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar bel penutupan, dengan sektor layanan komunikasi turun lebih dari dua persen, memimpin kerugian.

Perusahaan-perusahaan yang sangat bergantung pada rantai pasokan di Meksiko terpukul, karena Presiden AS Donald Trump mengancam pada Kamis (30/5/2019) untuk menerapkan tarif lima persen pada semua barang impor dari Meksiko mulai 10 Juni, yang akan mencapai 25 persen pada Oktober jika Meksiko tidak memuaskan Washington mengenai masalah imigrasi.

Saham sektor otomotif dan saham ritel adalah pemain terburuk yang terhuyung-huyung akibat perkelahian perdagangan Amerika Serikat yang semakin intensif dengan Meksiko dan China.

Saham General Motors (GM) dan Ford Motor masing-masing jatuh 4,25 persen dan hampir 2,3 persen. Saham Walmart juga turun lebih dari 0,7 persen.

Sedangkan saham Uber naik lebih dari 1,5 persen, karena perusahaan melaporkan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan untuk kuartal pertama setelah penutupan pasar pada Kamis (30/5/2019), yang naik 20 persen secara tahun ke tahun.

Laporan laba perusahaan Uber menarik banyak perhatian pasar, karena ini adalah yang pertama sejak penyedia layanan perjalanan berbagi itu menjadi perusahaan publik di pasar AS.

Di sisi ekonomi, sentimen konsumen AS melemah akibat gesekan perdagangan yang berlangsung lama dalam dua minggu terakhir Mei.

Indeks akhir sentimen konsumen adalah 100 pada Mei, turun dari perkiraan awal 102,4, kata University of Michigan dalam survei terbarunya yang dirilis pada Jumat (31/5/2019).

Meskipun indeks naik dari 97,2 pada April, kepercayaan konsumen "terkikis secara signifikan" karena referensi yang tidak menguntungkan untuk tarif, menurut survei, yang "secara spontan disebutkan oleh 35 persen dari semua konsumen dalam dua minggu terakhir bulan Mei."
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar