Kivlan Zen: optimistis PN kabulkan gugatannya

id Kivlan Zen,PN Jaksel,Praperadilan,Senjata api ilegal,Kerusuhan 21-22 Mei

Kivlan Zen:  optimistis PN kabulkan gugatannya

Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta saat ditemui awak media di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019). (ANTARA News/Dea N. Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Kivlan Zen menyatakan optimistis Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan terkait penetapan tersangka oleh Kepolisian.

Pengacara Kivlan, Tonin Tachta di Jakarta, Selasa, mengatakan, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang pembacaan putusan praperadilan yang diajukan Kivlan Zen terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal mulai pukul 10.00 WIB.

"Rencananya sidang jam 10.00 WIB,” kata dia.

Tonin menyatakan optimistis hakim mengabulkan segala gugatan terkait pemeriksaan, penetapan status tersangka dan penahanan Kivlan. "Semoga tidak ada intervensi," katanya.

Polisi telah menetapkan Kivlan sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Penetapan tersangka itu berkaitan dengan pengembangan kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Kivlan kemudian ditahan di Rutan Guntur Polda Metro Jaya sejak 30 Mei 2019 selama 20 hari. Polisi selanjutnya memperpanjang masa penahanan Kivlan selama 40 hari terhitung sejak Selasa (18/6) lalu.

Kivlan mengajukan praperadilan untuk menggugat Polda Metro Jaya karena keberatan terhadap status tersangka atas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.
 

Mantan Kastaf Komando Strategi TNI AD itu melalui kuasa hukumnya, Tonin Tachta, memohon majelis hakim untuk menggugurkan status tersangka kliennya karena dinilai cacat prosedur. Permohonan Kivlan tercatat dengan nomor perkara 75/Pid.Pra/PN.JKT.SEL.

Dalam permohonannya, sebanyak empat saksi dan ahli dari pihak Kivlan telah memberikan keterangan dalam sidang. Sementara itu, dua saksi ahli dari Polda Metro Jaya juga sudah memberikan keterangan.

Kivlan juga didampingi oleh Tim Pembela Hukum (TPH) dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam sidang praperadilan tersebut.

Baca juga: Menhan Ryamizard tidak miliki kemampuan berikan penangguhan penahanan Kivlan
Baca juga: Kivlan Zen merasa difitnah
Baca juga: Kivlan Zen akan dipertemukan dengan saksi