Logo Header Antaranews Sulteng

Sulteng Minta Pembangunan Jaringan PLTA Sulewana Dipercepat

Rabu, 17 April 2013 04:46 WIB
Image Print
Gubernur Sulteng, Longki Djanggola (FOTO ANTARA/Fiqman Sunandar)
...penanganan jaringan tersebut saat ini sangat lambat sehingga dia menilai PLN melakukan pembiaran atas keterlambatan pembangunan jaringan itu.

Palu, (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta ke PT PLN (Persero) mempercepat pembangunan jaringan listrik dari PLTA Sulewana di Kabupaten Poso ke Kota Palu.

Longki Djanggola dihadapan Komisi VII DPR RI di Palu, Selasa malam, mengatakan penanganan jaringan tersebut saat ini sangat lambat sehingga dia menilai PLN melakukan pembiaran atas keterlambatan pembangunan jaringan itu.

Longki mengatakan dirinya sudah dua kali menyurat ke Direktur Utama PLN terkait percepatan pembangunan jaringan tersebut.

PLN rencananya baru akan menyambung jaringan tersebut ke sistem kelistrikan di Palu pada November atau akhir tahun 2013.

"November itu sangat lama. Sekarang kan bisa disiasati dengan jaringan tegangan rendah melalui Poso, supaya elektrifikasi di Sulteng bisa naik," katanya.

Gubernur mengatakan elektrifikasi di daerah ini baru 62 persen, sehingga masih ada 38 persen lagi masyarakat Sulawesi Tengah yang belum menikmati listrik.

Longki mengatakan masyarakat di Poso sudah mempertanyakan suplai lisrik dari PLTA Sulawena yang belum dinikmati masyarakat, padahal PLTA tersebut sudah beroperasi.

"Sekarang sudah diresmikan sumbernya di Sulawena, tapi belum mengalir ke rumah-rumah. Ini kan sakit pak. Ini `curhat` (keluhan) saya Pak Sutan Batugana. Ini yang terjadi di daerah saya," kata Longki kepada Ketua Komisi VII Soetan Bhatoegana..

Menanggapi keluhan gubernur tersebut, Direktur Operasi Indonesia Timur PT PLN, Vickner Sinaga mengatakan PLN sudah merencanakan penyambungan jaringan 10 megawatt dari PLTA Sulewana ke jaringan listrik Poso April 2013.

Sementara jaringan dari PLTA Sulawena ke sistem kelistrikan Palu 84 megawatt baru akan dilakukan November 2013.

Vickner Sinaga mengatakan suplai 84 megawatt tersebut akan menjadi cadangan listrik di Palu.

Dia juga meminta peran instansi terkait agar berperan untuk memuluskan pembangunan jaringan karena pembangunan tersebut akan menimbulkan masalah sosial di masyarakat.

Vickner Sinaga mengatakan listrik di Sulawesi Tengah masih kurang dibanding cadangan listrik di Jawa dan Bali.

Dia mengibaratkan kebutuhan mobil di Jawa-Bali sebanyak 100 unit, tetapi stok mobil yang ada 135 unit. Sementara di Sulawesi Tengah dari 100 unit mobil yang dibutuhkan baru tersedia 40 unit. Kekurangannya masih disewa.

Dia mengatakan elektrifikasi di Sulawesi Tengah sudah mengalami kenaikan dari sebelumnya baru 62 persen, saat ini naik menjadi 66 persen.(SKD)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026