Logo Header Antaranews Sulteng

Lion Air Gagal Lepas Landar Di Bandara Ngurah Rai

Jumat, 19 April 2013 14:03 WIB
Image Print
Pesawat Lion Air jatuh di ujng landas pacu Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali, Sabtu (13/4). (ANTARA/HO-BASARNAS)
Sejumlah penumpang mengaku bahwa mereka panik ketika pesawat tiba-tiba berhenti mendadak."

Kuta (antarasulteng.com) - Pesawat Lion Air nyaris mengalami kecelakaan lagi di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Jumat.

Pesawat Boeing 737-900ER dengan nomor penerbangan JT-031 tersebut dilaporkan sudah meluncur di landas pacu untuk 'take'off' menuju Jakarta pada sekitar pukul 09.50 WITA, namun tiba-tiba berhenti mendadak di tengah landas pacu.

"Pesawat sudah siap-siap terbang dan meluncur dengan kecepatan tinggi di landasan pacu tetapi tiba-tiba ngerem mendadak dan kembali ke tempat parkir (apron)," kata Saifullah (34), penumpang Lion Air jurusan Denpasar-Jakarta itu.

Penumpang yang duduk di kursi 33-C itu menuturkan bahwa para penumpang diminta turun dan menunggu sekitar 15 menit karena pesawat akan mengalami perbaikan mesin.

Kapten pilot meminta penumpang menunggu sekitar 15 menit karena akan ada perbaikan mesin, ujarnya.

Penumpang lainnya Andy Zabur mengungkapkan bahwa para penumpang sempat bersitegang dengan petugas Lion Air.

"Beberapa penumpang sempat ngamuk-ngamuk, saya langsung membatalkan terbang dan memilih menggunakan maskapai lain," ujarnya.

Andy yang duduk di kursi 32-C di pesawat Boeing 737-900ER itu kemudian dijanjikan mendapat uang kembali sesuai dengan harga tiket bersama dengan empat penumpang lainnya.

Sejumlah penumpang mengaku bahwa mereka panik ketika pesawat tiba-tiba berhenti mendadak.

Apalagi belum ada sepekan pesawat Lion Air jurusan Bandung-Denpasar jatuh di laut dekat landasan pacu sebelah barat Bandara Ngurah Rai, Sabtu (13/4) lalu.

Sementara itu Direktur Airport Service Lion Air Bali Daniel Putut ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa belum mengetahui hal itu karena belum menerima laporan. (KR-GBI)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026