Jelang Brexit, PM Johnson incar penguatan dagang dengan Afrika

id brexit,PM inggris,boris johnson

Jelang Brexit, PM Johnson incar penguatan dagang dengan Afrika

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan pendapat saat debat mengenai Brexit, saat parlemen bersidang di hari Sabtu untuk pertama kalinya sejak Perang Falklands 1982, di London, Sabtu (19/10/2019). (REUTERS/UK Parliament)

London (ANTARA) - Menjelang Brexit, atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyerukan pemerintahannya untuk memperkuat relasi investasi dan perdagangan dengan Afrika.

Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan para pemimpin 21 negara Afrika di London, Inggris, pada Senin. Johnson juga meminta Inggris untuk menjadi "pilihan rekan investasi" bagi Afrika.

Setelah memastikan bahwa Brexit akan diresmikan pada 31 Januari mendatang, yang berarti Inggris akan meninggalkan blok perdagangan terbesar di dunia dalam waktu kurang dari dua pekan, Johnson ingin tetap mengembangkan kerja sama bisnis dengan negara-negara di luar Eropa.

Johnson juga mengumumkan penghentian dukungan Inggris terhadap penambangan batu bara maupun pembangkit listrik tenaga uap batu bara di luar negaranya dengan memberikan alasan bahwa tidak masuk akal jika Inggris ingin mengurangi emisi karbon dalam negeri jika masih mendukung proyek batu bara di luar negeri.

"Tidak akan ada sepeser pun uang hasil pajak rakyat Inggris yang digunakan untuk investasi langsung penggalian batu bara atau pembakaran yang menghasilkan listrik," kata Johnson.

Di luar itu, ujar Johnson, Inggris justru akan fokus membantu sejumlah negara mengekstraksi serta menggunakan minyak dan gas yang diperoleh dengan cara pembentukan energi bersih, juga mendorong investasi untuk skema tenaga surya, tenaga angin, dan tenaga air.

Dalam pertemuan yang sama, Johnson juga menyoroti tentang perjanjian kerja sama bernilai miliaran poundsterling dengan negara-negara Afrika, serta menggarisbawahi peran sejumlah perusahaan Inggris dalam menyediakan banyak hal seperti pencahayaan pintar di jalanan Nigeria hingga pembuatan bir ramah lingkungan di Kenya.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar