Nelayan Donggala masih Gunakan Rumpon Konvensional

  • Minggu, 20 Juni 2021 21:59 WIB
NELAYAN MASIH GUNAKAN RUMPON KONVENSIONAL

Nelayan menata tali pengikat rumpon ikan yang telah dianyam di Kelurahan Tanjung Batu, Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/6/2021). Sebagian besar nelayan di wilayah itu masih menggunakan rumpon ikan konvensional yang biaya pembuatannya mencapai Rp25 juta hingga Rp30 juta per unit, padahal saat ini telah tersedia teknologi rumpon ikan portable yang biaya pembuatannya hanya sekitar Rp10 juta per unit. ANTARASulteng/Basri Marzuki

NELAYAN MASIH GUNAKAN RUMPON KONVENSIONAL

Nelayan menunggui tali pengikat rumpon ikan yang telah dianyam untuk diangkut ke perahu di Kelurahan Tanjung Batu, Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/6/2021). Sebagian besar nelayan di wilayah itu masih menggunakan rumpon ikan konvensional yang biaya pembuatannya mencapai Rp25 juta hingga Rp30 juta per unit, padahal saat ini telah tersedia teknologi rumpon ikan portable yang biaya pembuatannya hanya sekitar Rp10 juta per unit. ANTARASulteng/Basri Marzuki

NELAYAN MASIH GUNAKAN RUMPON KONVENSIONAL
NELAYAN MASIH GUNAKAN RUMPON KONVENSIONAL

Foto Lainnya

Pelepasan benih Kardinal Banggai di Teluk Lalong

Pelepasan benih Kardinal Banggai di Teluk Lalong

  • 02 November 2024 13:52 WIB, 2024
Karnaval busana daur ulang di Banggai

Karnaval busana daur ulang di Banggai

  • 31 October 2024 11:29 WIB, 2024
Festival Teluk Lalong di Banggai

Festival Teluk Lalong di Banggai

  • 31 October 2024 11:19 WIB, 2024
Angkutan laut antarpulau di Banggai Bersaudara

Angkutan laut antarpulau di Banggai Bersaudara

  • 29 October 2024 17:24 WIB, 2024
Aktivitas buruh angkut di Pelabuhan Rakyat Luwuk

Aktivitas buruh angkut di Pelabuhan Rakyat Luwuk

  • 29 October 2024 17:15 WIB, 2024