Seorang Dari 68 Anak-Anak AS Mungkin Autisme

Selasa, 1 April 2014 8:23 WIB

Jakarta (antarasulteng.com) - Seorang dari 68 anak-anak atau setara nilai 1,5 persen di Amerika Serikat (AS) kemungkinan menyandang autisme, demikian laporan terbaru Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit di AS (CDC).

Perkiraan itu sama artinya dengan 30 persen lebih anak-anak kemungkinan memiliki kisaran luas autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD) seperti yang diperkirakan sebelumnya, kutip LiveScience.

CDC pada 2012 melaporkan, memperkirakan seorang dari 88 anak-anak di AS menyandang autisme.

Laporan terbaru CDC juga menemukan bahwa banyak anak-anak yang menyandang autisme kemungkinan memiliki kecerdasan intelektual (IQ) tinggi dibanding kisaran yang sebelumnya diperkirakan.

Intelligence Quotient (IQ) adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah informasi menjadi fakta.

Meskipun anak-anak dengan kondisi autis memiliki tantangan intelektual yang berat, CDC memperkirakan, 46 persen dari anak-anak pengidap autis memiliki rata-rata, atau di atas rata-rata kemampuan intelektual di atas 85. Hal ini dibandingkan dengan perkiraan dari sepertiga anak-anak autis yang dilakukan satu dasawarsa lalu.

Pada penelitian itu, para ilmuwan mengkaji rekaman dari unit Autism and Developmental Disabilities Monitoring (ADDM) Network milik CDC. 

Mereka mengambil data dari 11 pusat komunitas tempat berkumpulnya anak-anak, yang mengalami masalah perkembangan, dididik, didiagnosa dan dirawat.

CDC mengumumkan, sampel yang digunakan untuk laporannya tidak secara nasional dapat mewakili, dan hasilnya mungkin tidak berlaku umum untuk AS. 

Namun, peneliti CDC mencatat laporan tersebut merupakan hasil yang paling terinci, dan perkiraan terbaik untuk saat ini.

Penelitian itu menunjukkan rentang luas dalam jumlah anak yang didiagnosis ASD berdasarkan lokasi mereka. Di Alabama tercatat, seorang dari 175 anak-anak menyandang autisme. Sedangkan, di New Jersey memperlihatkan, seorang dari 45 anak-anak yang terkena autisme. 

Perbedaan statistik tersebut, dicatat CDC, karena mekanisme pengumpulan datanya. Di Alabama, misalnya, peneliti memiliki akses terbatas untuk merekam pendidikan anak-anak.

Sejalan dengan penelitian sebelumnya, CDC memperlihatkan data, autisme hampir lima kali lebih banyak terjadi diantara anak laki-laki dibanding perempuan.

CDC mencatat, seorang dari 42 anak laki-laki menyandang autis, dibandingkan seorang dari 189 anak perempuan yang terkena autis. 
 
Namun, CDC mengemukakan, belum jelas penyebab dari kenaikan jumlah yang terkena autisme pada anak-anak.

Para peneliti mengatakan, kenaikan angka itu dapat didorong oleh meningkatnya kesadaran akan gangguan dari autis, dan peningkatan angka kejadian (prevalensi), serta kombinasi dari keduanya.

"Pemimpin komunitas, praktisi kesehatan, pendidik, dan penyedia layanan kesahatan anak-anak sebaiknya menggunakan data itu untuk memastikan anak-anak yang terkena ASD dapat segera teridentifikasi dan difasilitasi perawatan yang dibutuhkannya," kata Coleen Boyle, Direktur di pusat pembangunan kelahiran cacat nasional di CDC.

Para peneliti menemukan, kebanyakan anak-anak didagnosa mengidap ADS setelah umur empat tahun. Padahal, mereka menilai, hal itu sebenarnya dapat didiagnosis pada usia dua tahun, dan anak-anak langsung dapat diberikan perawatan dini.

"Identifikasi dini menjadi cara ampuh untuk membuat perubahan bagi  anak-anak yang terkena autisme," kata Boyle.

Gangguan spektrum autisme ditandai dengan kekurangan dan terbatasnya komunikasi dan interaksi sosial, pola perilaku yang berulang, minat, atau kegiatan.

"Hal paling penting dilakukan orang tua adalah untuk bertindak lebih cepat ketika khawatir mengenai perkembangan anaknya," kata Dr Marshalyn Yeargin-Allsopp, kepala cabang pembangunan kecacatan di CDC.

Ia menambahkan, "Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang bagaimana anak Anda bermain, belajar, berbicara, bertindak, atau bergerak, maka segera ambil tindakan. Jangan menunggu." (skd)

Penerjemah: Indra Arief Pribadi


Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Terkait

Pentingnya orang tua tahu soal ekspektasi perkembangan anak autisme

21 April 2021 11:04 Wib, 2021

Pakar: Terapi optimal anak autis bisa pulih dan hidup normal

09 April 2021 3:26 Wib, 2021

Pakar: Periksakan anak jika merasa terlambat berkembang

09 April 2021 3:22 Wib, 2021

Pandemi jadi momen orang tua dan anak autisme jalin kedekatan

08 April 2021 15:15 Wib, 2021

Ibu pemuda autis Palestina tuding polisi Israel tutupi pembunuhan anaknya

14 June 2020 11:56 Wib, 2020
Terpopuler

AMSI Sulteng perkuat peliputan isu lingkungan lewat pelatihan jurnalis

Humaniora - 08 January 2026 18:20 Wib

Pemprov-BP3KP Sulawesi perkuat koordinasi untuk program perumahan

Seputar Sulteng - 17 jam lalu

Mahathir Mohamad dikabarkan dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh

Lintas Jagad - 06 January 2026 11:09 Wib

KPK buka peluang panggil Rieke Diah Pitaloka di kasus Ade Kuswara

Polhukam - 06 January 2026 11:10 Wib

Polda panen jagung di lahan 12,5 hektare dukung ketahanan pangan

Ekonomi Dan Keuangan - 08 January 2026 18:21 Wib