"Kalau soal peluang medali, kami belum bisa tentukan karena semua lawan sekarang memiliki kemampuan yang merata. Tapi kalau peluang final, itu sudah target kami," ungkap Randy Tolodo di yang dihubungi di Salakan, ibu kota Kabupaten Banggai, Rabu.
Dua atlet bersaudara kembar ini akan memperkuat tim dayung Sulteng nomor Canoeing Kayak 4 Putra pada PON di Papua tahun 2021, dan kedua atlet dayung ini optimistis bisa mencapai target itu, setelah tim dayung Sulteng sukses masuk final dan mendapatkan juara ketiga pada ajang Pra PON tahun 2019 di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat.
Randy mengaku ia dan saudara kembarnya sudah mengikuti banyak kejuaraan nasional dan mengharumkan Provinsi Sulteng, sebelum mereka terpilih mengikuti Pra PON pada Desember 2019.
"Sejak SMA, saya dan saudara kembarku memang sudah berjuang membela tim dayung Sulteng," imbuh Randy.
Pada tahun 2015, kedua atlet ini mengikuti kejuaraan nasional dayung di Maluku dan berhasil menyabet medali perunggu, dan tahun 2016 pada kejuaraan dayung nasional di Riau juga berhasil meraih perunggu.
Keduanya kembali mengikuti kejuaraan nasional dayung tahun 2017, dan saat itu tuan rumah adalah Provinsi Sulteng, mereka berhasil mendapatkan medali emas dan perak.
Selang beberapa bulan juga keduanya juga mengikuti kejuaraan Popnas, namun hanya berhasil masuk final. Di akhir tahun 2017, mereka juga mengikuti seleksi Asian Games
Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulteng tahun 2019 di Kabupaten Parigi Moutong, mereka mewakili tim dayung Kota Palu dan berhasil menyabet medali emas dan perak.
Anak dari Raden Tolodo dan Alma Sabiang ini mengaku sudah menyukai dayung sejak kecil, dan mereka baru menekuni cabang olahraga dayung secara serius saat masuk di SMA Olahraga (Smanor) Tadulako, Palu.
"Kalau suka dayung, saya dan saudara kembarku sudah dari kecil karena ayah kami petani rumput laut di wilayah Bakoyo, Bulagi, jadi kami sudah terbiasa dengan dayung sejak kecil," ungkap Randy.