AD/ART Golkar Akan Diubah Untuk Cegah Dualisme
Rabu, 3 Februari 2016 14:09 WIB
Wapres Jusuf Kalla (tengah) selaku Ketua Tim Transisi Partai Golkar didampingi dua petinggi Partai Golkar Agung Laksono (kiri) dan Aburizal Bakrie (kanan) melambaikan tangan saat menggelar konferensi pers seusai melakukan pertemuan tertutup di Rumah Dinas Wapres, Jakarta, Rabu (3/2). (ANTARA FOTO/Si
Jakarta (antarasulteng.com) - Ketua Tim Transisi Partai Golkar, Jusuf Kalla, mengatakan anggaran dasar/anggaran rumah tangga akan diubah untuk memperkuat persatuan partai dan mencegah dualisme.
"Bisa ketentuan-ketentuan dalam AD/ART akan diubah untuk mempertegas pentingnya persatuan dan kesatuan," kata Jusuf Kalla setelah mempertemukan Agung Laksono dan Aburizal Bakrie di Jakarta, Rabu.
Perubahan pada AD/ART diperlukan untuk mencegah konflik internal partai, yang dapat memecah belah kepengurusan Partai Golkar, terjadi lagi.
Pengalaman konflik yang terjadi satu tahun terakhir, antara Aburizal dan Agung, harus menjadi pengalaman berharga bagi Partai Golkar.
"Pengalaman adalah guru yang terbaik, dan pengalaman satu tahun berpisah ini membuat suara Golkar turun. Oleh karena itu, yang harus diperbaiki adalah sistem di Partai Golkar itu sendiri, munas yang demokratis, dan sistem yang mendukung keseluruhannya," katanya.
Aburizal Bakrie dan Agung Laksono mendatangi kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Tim Transisi Partai Golkar, Rabu pagi, guna membahas mengenai rencana musyawarah nasional luar biasa (munaslub).
Aburizal mengatakan, akan dilakukan rapat perdana pengurus Partai Golkar versi Munas Riau pada Kamis (4/2).
"Kita mulai rapat besok, kita akan silaturahmi untuk konsolidasi partai. Munas-nya kapan, belum sampai di situ. Tapi saya kira tidak akan jauh-jauh, mudah-mudahan April atau Mei," kata Aburizal.
Terkait pertemuan tersebut, Agung Laksono juga mengapresiasi langkah Jusuf Kalla selaku politikus senior dan Wakil Presiden.
"Saya apresiasi Pak JK yang bukan hanya mengurusi tugas kenegaraan, tapi juga tugas organisasi. Kami tidak bicara yang berat-berat, intinya keputusan Menkumham akan kami jalankan demi kepentingan bangsa dan negara," kata Agung.
"Bisa ketentuan-ketentuan dalam AD/ART akan diubah untuk mempertegas pentingnya persatuan dan kesatuan," kata Jusuf Kalla setelah mempertemukan Agung Laksono dan Aburizal Bakrie di Jakarta, Rabu.
Perubahan pada AD/ART diperlukan untuk mencegah konflik internal partai, yang dapat memecah belah kepengurusan Partai Golkar, terjadi lagi.
Pengalaman konflik yang terjadi satu tahun terakhir, antara Aburizal dan Agung, harus menjadi pengalaman berharga bagi Partai Golkar.
"Pengalaman adalah guru yang terbaik, dan pengalaman satu tahun berpisah ini membuat suara Golkar turun. Oleh karena itu, yang harus diperbaiki adalah sistem di Partai Golkar itu sendiri, munas yang demokratis, dan sistem yang mendukung keseluruhannya," katanya.
Aburizal Bakrie dan Agung Laksono mendatangi kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Tim Transisi Partai Golkar, Rabu pagi, guna membahas mengenai rencana musyawarah nasional luar biasa (munaslub).
Aburizal mengatakan, akan dilakukan rapat perdana pengurus Partai Golkar versi Munas Riau pada Kamis (4/2).
"Kita mulai rapat besok, kita akan silaturahmi untuk konsolidasi partai. Munas-nya kapan, belum sampai di situ. Tapi saya kira tidak akan jauh-jauh, mudah-mudahan April atau Mei," kata Aburizal.
Terkait pertemuan tersebut, Agung Laksono juga mengapresiasi langkah Jusuf Kalla selaku politikus senior dan Wakil Presiden.
"Saya apresiasi Pak JK yang bukan hanya mengurusi tugas kenegaraan, tapi juga tugas organisasi. Kami tidak bicara yang berat-berat, intinya keputusan Menkumham akan kami jalankan demi kepentingan bangsa dan negara," kata Agung.
Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Pemerintah terus bangun bangun jembatan di Tapanuli Tengah untuk pacu ekonomi
25 January 2026 10:38 WIB
Hujan lebat diprakirakan masih berpotensi guyur Jabodetabek sepekan ke depan
24 January 2026 7:41 WIB