Banser ancam tutup paksa D`Cube di Palu Grand Mall
Jumat, 7 Oktober 2016 17:37 WIB
Ilustrasi (Antarasulteng.com/Istimewa)
Palu (antarasulteng.com) - Barisan Serbaguna (Banser) Gerakan Pemuda Anshor Sulawesi Tengah mengancam akan menutup secara paksa tempat hiburan malam D`Cube di Palu Grand Mall (PGM).
Ketua Satkorwil Banser Suteng Saiful Daud di Palu, Jumat, menyatakan ada 500 personel Banser Sulteng akan turun mengepung dan menutup tempat hiburan malam yang berbau maksiat itu bila pihak berwenang tidak bertindak tegas menutup tempat itu.
"Banser akan mengarahkan ratusan anggota untuk turun menutup secara paksa tempat hiburan malam di Palu Grand Mall itu," ungkap Saiful Daud.
Saiful mengutarakan Banser Sulteng tidak mengancam pengembang PGM yaitu PT. Palu Graha Sejahtera yang menyediakan ruangan untuk tempat hiburan itu tetapi merupakan sikap kepedulian organisasi sayap Anshor itu terhadap kepentingan dan keluhan umat.
Dimana, kata dia, hadirnya tempat hiburan mala di PGM, tidak memberikan pendidikan yang positif kepada masyarakat dan generasi muda.
"Tidak ada dampak positif, tidak ada unsur pendidikan yang baik dari D`Cube, tempat hiburan malam itu. Olehnya, Banser menolak adanya club malam yang bertentangan dengan nilai-nilai agama," sebutnya.
Saiful juga mengajak seluruh masyarakat dan pemuda serta ormas-ormas dan OKP Islam di daerah tersebut untuk menolak serta bersama Banser menutup tempat hiburan malam itu.
Kota Palu merupakan salah satu kota yang mayoritas Islam, serta dapat dikatakan kota religi yang ditandai dengan adanya peninggalan-peninggalan bercorak Islam di kota tersebut.
"Jika ada tempat-tempat hiburan yang berbau negatif, maka hal itu melecehkan apa yang telah dianut dan diyakini oleh masyarakat serta pemeluk agama,"ujarnya.
Ketua Satkorwil Banser Suteng Saiful Daud di Palu, Jumat, menyatakan ada 500 personel Banser Sulteng akan turun mengepung dan menutup tempat hiburan malam yang berbau maksiat itu bila pihak berwenang tidak bertindak tegas menutup tempat itu.
"Banser akan mengarahkan ratusan anggota untuk turun menutup secara paksa tempat hiburan malam di Palu Grand Mall itu," ungkap Saiful Daud.
Saiful mengutarakan Banser Sulteng tidak mengancam pengembang PGM yaitu PT. Palu Graha Sejahtera yang menyediakan ruangan untuk tempat hiburan itu tetapi merupakan sikap kepedulian organisasi sayap Anshor itu terhadap kepentingan dan keluhan umat.
Dimana, kata dia, hadirnya tempat hiburan mala di PGM, tidak memberikan pendidikan yang positif kepada masyarakat dan generasi muda.
"Tidak ada dampak positif, tidak ada unsur pendidikan yang baik dari D`Cube, tempat hiburan malam itu. Olehnya, Banser menolak adanya club malam yang bertentangan dengan nilai-nilai agama," sebutnya.
Saiful juga mengajak seluruh masyarakat dan pemuda serta ormas-ormas dan OKP Islam di daerah tersebut untuk menolak serta bersama Banser menutup tempat hiburan malam itu.
Kota Palu merupakan salah satu kota yang mayoritas Islam, serta dapat dikatakan kota religi yang ditandai dengan adanya peninggalan-peninggalan bercorak Islam di kota tersebut.
"Jika ada tempat-tempat hiburan yang berbau negatif, maka hal itu melecehkan apa yang telah dianut dan diyakini oleh masyarakat serta pemeluk agama,"ujarnya.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
GP Ansor dan Banser bantu polisi tingkatkan kualitas kamtibmas di Palu
05 February 2025 20:23 WIB, 2025
Gus Yaqut berpesan kader Ansor dan Banser tetap solid di bawah Addin
03 February 2024 13:33 WIB, 2024
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020