Bandara Mutiara Palu Jadi Percontohan Nasional
Jumat, 4 November 2016 14:37 WIB
Kepala Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Benyamin Apituley foto anas masa ()
Palu, (antarasulteng.com) - Otoritas Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu mengatakan bandara yang dikelolah Kementerian Perhubungan itu telah ditetapkan sebagai bandara perontohan bagi pengelolaan bandara di Tanah Air.
"Kita baru saja menerima penghargaan dari Kementerian Perhubungan RI sebagai bandara terbaik kedua di Indonesia,"kata Kepala Bandar Udara Mutiara Palu, Benyamin Noah Apituley, Jumat.
Ia menjelaskan penetapan sebagai bandara percontohkan karena dinilai pengelolaan administrasi dan pelayanan selama ini cukup bagus sehingga perlu mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Benyamin menegaskan percontohan khusus bagi bandara yang selama ini masih dikelolah oleh jajaran Kementerian Perhubungan.
Dia tidak merinci lebih jauh, kecuali mengatakan keberhasilan tersebut tentu karena hasil kerja keras managemen Bandara Mutiara Palu.
Karena itu, pihaknya terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan untuk mempertahankan diri sebagai bandara yang memiliki sistem dan pengelolaan administrasi dan layanan terbaik.
Menurut dia, sebagai bandara percontohan tentu tidak mudah dan gampang.
Karena itu, pihak managemen perlu lebih keras keras lagi bagaimana mengelolah admistrasi dengan baik dan benar. Begitu pula halnya dengan pelayanan.
Benyamin mengatakan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, Bandara Mutiara Palu mengalami kemanjuan yang cukup signifikan dan mengembirakan.
Jumlah maskapai yang ada saat ini cukup banyak dan arus menumpang terus meningkat jika dibandingkan sebelumnya.
Bandara Mutiara Palu setiap harinya rata-rata memberangkatkan penumpang sekitar 2.000 orang. Sebelumnya, kata dia, jumlah penumpang hanya berkisar 800 orang per hari.
Bandara Mutiara Palu kini merupakan pintu gerbang bagi para wistawan mananegara yang akan mengunjungi berbagai obyek wisata tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
"Kita baru saja menerima penghargaan dari Kementerian Perhubungan RI sebagai bandara terbaik kedua di Indonesia,"kata Kepala Bandar Udara Mutiara Palu, Benyamin Noah Apituley, Jumat.
Ia menjelaskan penetapan sebagai bandara percontohkan karena dinilai pengelolaan administrasi dan pelayanan selama ini cukup bagus sehingga perlu mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Benyamin menegaskan percontohan khusus bagi bandara yang selama ini masih dikelolah oleh jajaran Kementerian Perhubungan.
Dia tidak merinci lebih jauh, kecuali mengatakan keberhasilan tersebut tentu karena hasil kerja keras managemen Bandara Mutiara Palu.
Karena itu, pihaknya terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan untuk mempertahankan diri sebagai bandara yang memiliki sistem dan pengelolaan administrasi dan layanan terbaik.
Menurut dia, sebagai bandara percontohan tentu tidak mudah dan gampang.
Karena itu, pihak managemen perlu lebih keras keras lagi bagaimana mengelolah admistrasi dengan baik dan benar. Begitu pula halnya dengan pelayanan.
Benyamin mengatakan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, Bandara Mutiara Palu mengalami kemanjuan yang cukup signifikan dan mengembirakan.
Jumlah maskapai yang ada saat ini cukup banyak dan arus menumpang terus meningkat jika dibandingkan sebelumnya.
Bandara Mutiara Palu setiap harinya rata-rata memberangkatkan penumpang sekitar 2.000 orang. Sebelumnya, kata dia, jumlah penumpang hanya berkisar 800 orang per hari.
Bandara Mutiara Palu kini merupakan pintu gerbang bagi para wistawan mananegara yang akan mengunjungi berbagai obyek wisata tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Pewarta : Anas Masa
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020