Menkominfo: Ransomware WannaCry serang Samsat dan perusahaan
Selasa, 16 Mei 2017 7:19 WIB
Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta (antarasulteng.com) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan virus Ransomware jenis WannaCry telah menyerang Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dan perusahaan.
"Selain rumah sakit Dharmais di Jakarta, kemarin kita temukan ada Samsat dan perusahaan di luar Jawa yang juga terkena Ransomware," ujar dia di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin.
Namun, menurut Menkominfo, serangan virus terhadap Samsat dan perusahaan tersebut tidak sampai melumpuhkan seluruh data penting yang mereka miliki.
"Kasusnya tidak berdampak besar, hanya menyerang sekitar 10 komputer. Ini terjadi mungkin karena lupa matikan komputer atau mereka masih pakai sistem operasi lama," jelas dia kemudian.
Virus Ransomeware jenis WannaCry saat ini menyerang sistem server dan perangkat lunak Windows 8 ke bawah atau versi 2008 ke bawah.
"Virus ini memang tidak merusak data, tapi mengenkripsi data sehingga tidak dapat dibaca," kata Rudiantara.
Hingga saat ini belum ada antivirus yang dapat mengembalikan file data dengan sandi tersebut.
Dengan menguatnya ancaman malware ini, Menkominfo menjelaskan masyarakat sebaiknya menyalin data-data penting mereka, dan memindahkannya dari komputer. (skd)
"Selain rumah sakit Dharmais di Jakarta, kemarin kita temukan ada Samsat dan perusahaan di luar Jawa yang juga terkena Ransomware," ujar dia di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin.
Namun, menurut Menkominfo, serangan virus terhadap Samsat dan perusahaan tersebut tidak sampai melumpuhkan seluruh data penting yang mereka miliki.
"Kasusnya tidak berdampak besar, hanya menyerang sekitar 10 komputer. Ini terjadi mungkin karena lupa matikan komputer atau mereka masih pakai sistem operasi lama," jelas dia kemudian.
Virus Ransomeware jenis WannaCry saat ini menyerang sistem server dan perangkat lunak Windows 8 ke bawah atau versi 2008 ke bawah.
"Virus ini memang tidak merusak data, tapi mengenkripsi data sehingga tidak dapat dibaca," kata Rudiantara.
Hingga saat ini belum ada antivirus yang dapat mengembalikan file data dengan sandi tersebut.
Dengan menguatnya ancaman malware ini, Menkominfo menjelaskan masyarakat sebaiknya menyalin data-data penting mereka, dan memindahkannya dari komputer. (skd)
Pewarta : Agita Tarigan
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkominfo: ANTARA ke depan bisa integrasikan seluruh "newsroom" kementerian
28 August 2019 11:22 WIB, 2019
Terpopuler - Pendidikan & Iptek
Lihat Juga
DSLNG latih guru penggerak Banggai kuasai pembelajaran berbasis kecerdasan buatan
28 January 2026 10:55 WIB
Rektor UIN Datokarama Palu perjuangkan hak generasi muda peroleh pendidikan
25 January 2026 18:45 WIB
Pemkab Poso perkuat sinergi dengan pusat untuk pengembangan pendidikan tinggi
16 January 2026 20:13 WIB