Pemprov Sulteng ajak Hebitren bersinergi bangun daerah
Kamis, 5 September 2024 15:09 WIB
Sekretaris Daerah Sulteng Novalina. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng
Palu, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengajak pengurus Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) untuk bersinergi dalam membangun daerahnya.
"Saya ingin mempertemukan Hebitren dengan teman-teman perangkat daerah untuk bersinergi," kata Sekretaris Daerah Sulteng Novalina di Palu, Sulteng, Kamis.
Menurut dia, pesantren memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah, sehingga akan turut memperkuat struktur perekonomian nasional.
Lanjut dia, institusi pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan semata, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah khususnya di Sulteng.
Penegasan itu disampaikan Novalina dalam kegiatan pelantikan Pengurus Hebitren Sulteng di aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulteng dengan Ali Hasan Aljufri diamanatkan sebagai Ketua Hebitren Sulteng periode 2024-2028.
Novalina melanjutkan Hebitren diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha-usaha syariah yang berbasis pesantren di berbagai sektor unggulan daerah Sulteng.
"Semoga setelah ini kita bisa terus berkolaborasi dan ayo jadikan syariah sebagai gaya hidup," katanya.
Dengan demikian, ia pun berharap pembangunan ekonomi daerah berkelanjutan dengan berlandaskan prinsip syariah.
Sementara itu, Ketua Umum Hebitren KH Hasib Wahab Hasbullah menjeslakan tujuan utama pendirian organisasi adalah untuk membangun kemandirian pesantren, lewat kegiatan berwirausaha yang dirintis santri sebagai ujung tombaknya.
Lanjut dia, dari 40 ribu jumlah pesantren di Indonesia, sebanyak 10 ribu pesantren yang terdaftar sebagai anggota Hebitren yang tersebar di 32 provinsi.
"Kalau di pesantren belajar fiqih (ilmu agama), di Hebitren kita belajar mandiri," katanya.
"Saya ingin mempertemukan Hebitren dengan teman-teman perangkat daerah untuk bersinergi," kata Sekretaris Daerah Sulteng Novalina di Palu, Sulteng, Kamis.
Menurut dia, pesantren memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah, sehingga akan turut memperkuat struktur perekonomian nasional.
Lanjut dia, institusi pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan semata, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah khususnya di Sulteng.
Penegasan itu disampaikan Novalina dalam kegiatan pelantikan Pengurus Hebitren Sulteng di aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulteng dengan Ali Hasan Aljufri diamanatkan sebagai Ketua Hebitren Sulteng periode 2024-2028.
Novalina melanjutkan Hebitren diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha-usaha syariah yang berbasis pesantren di berbagai sektor unggulan daerah Sulteng.
"Semoga setelah ini kita bisa terus berkolaborasi dan ayo jadikan syariah sebagai gaya hidup," katanya.
Dengan demikian, ia pun berharap pembangunan ekonomi daerah berkelanjutan dengan berlandaskan prinsip syariah.
Sementara itu, Ketua Umum Hebitren KH Hasib Wahab Hasbullah menjeslakan tujuan utama pendirian organisasi adalah untuk membangun kemandirian pesantren, lewat kegiatan berwirausaha yang dirintis santri sebagai ujung tombaknya.
Lanjut dia, dari 40 ribu jumlah pesantren di Indonesia, sebanyak 10 ribu pesantren yang terdaftar sebagai anggota Hebitren yang tersebar di 32 provinsi.
"Kalau di pesantren belajar fiqih (ilmu agama), di Hebitren kita belajar mandiri," katanya.
Pewarta : Fauzi
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulteng segera bayarkan UKT 2.173 mahasiswa UIN Datokarama Palu penerima beasiswa
11 February 2026 12:48 WIB
Terpopuler - Kota Palu
Lihat Juga
Reses Alfian Chaniago, warga huntap di Kelurahan Tondo minta kepastian sertifikat
04 February 2026 18:38 WIB