Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat jumlah angka stunting hingga 2025 turun menjadi 11,55 persen atau di bawah rata-rata target nasional 14 persen.

"Kabupaten Sigi ada penurunan kasus stunting, itu sebabnya stunting di Sigi posisi dari peringkat ke-12 menjadi 9 di Sulawesi Tengah," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi saat ditemui awak media di Bora, Sigi, Rabu.

 

 

Ia mengemukakan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam upaya penurunan stunting di daerah tersebut hingga zero kasus.

 

 

"Harapannya perlu adanya update data akurat terkait stunting dan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dengan Tim Penggerak PKK, Camat, Desa, TNI, dan Polri dalam menuntaskan kasus stunting," ucapnya.

 

 

Ia menuturkan dengan adanya penurunan kasus stunting ini menjadikan Kabupaten Sigi tidak lagi dekat dengan juru kunci stunting tertinggi di Sulawesi Tengah.

 

 

Menurut dia, masyarakat khususnya ibu hamil harus rutin ke posyandu untuk memeriksakan kesehatan dan anaknya.

 

 

"Ke depan masyarakat ini bisa aktif ke posyandu bagi ibu hamil dan penderita stunting sebagai bentuk pencegahan kasus stunting di Sigi," sebutnya.

 

 

Samuel menyebutkan Kabupaten Sigi selama  2021 hingga 2023 kasus stunting terus menunjukkan penurunan

 

 

"Jadi untuk  2024 terjadi kasus kenaikan 6,6 persen dari 26,4 persen menjadi 33 persen," kata dia.

 

 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi mencatat bahwa pada  2025 kasus stunting di Sigi turun sebesar 21,45 persen dari 33 persen menjadi 11,55 persen.

 

 


Pewarta : Moh Salam
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2026