Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengoptimalkan penanganan dan penurunan kasus stunting melalui pendekatan 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di daerah tersebut. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi dr. Trieko Stefanus Larope mengatakan bahwa penanganan stunting secara nasional melalui pendekatan enam bidang SPM dengan memanfaatkan keberadaan posyandu di masing-masing wilayah.

"Jadi sekarang memang kerja gotong royong terdiri dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Sosial, sehingga masing-masing OPD ini memiliki tugas dan fungsi untuk menangani terkait pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Sigi," kata Trieko saat ditemui awak media di Sigi, Sabtu.

Ia mengemukakan berdasarkan data Dinas Kesehatan terkait stunting di Kabupaten Sigi tahun 2025 mengalami penurunan signifikan.

"Stunting di Sigi turun menjadi 11,55 persen dari tahun sebelumnya di angka 33 persen," ucapnya.

Ia menuturkan terdapat dua metode penilaian untuk stunting di Kabupaten Sigi yakni melalui pendekatan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

"Untuk tahun 2024 memang di Kabupaten Sigi mengalami kenaikan kasus stunting tetapi melalui penilaian SSGI, itu timnya dari Kementerian Kesehatan yang diturunkan guna melakukan  penelitian di Sigi sehingga mendapatkan hasilnya mencapai 33 persen kasus stunting," sebutnya.

Menurut dia, selama ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi khususnya di puskesmas-puskesmas menggunakan metode e-PPGBM.

"Kami selalu melaporkan ke Kementerian Kesehatan data stunting di Sigi dengan metode e-PPGBM sehingga Kabupaten Sigi mengalami penurunan kasus stunting di tahun 2025 sebesar 21,45 persen dari 33 persen menjadi 11,55 persen," kata dia.

Diketahui Kabupaten Sigi mencatat terjadi kenaikan kasus stunting pada 2024, yakni mencapai 33 persen. Selama tiga tahun terakhir, sejak 2021 hingga 2023, angka stunting di Sigi turun, akan tetapi pada 2024 mengalami kenaikan 6,6 persen dari 26,4 persen menjadi 33 persen.