Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) berkolaborasi dengan KARSA Institute mendorong implementasi program We Nexus dalam memperkuat ketangguhan masyarakat khususnya perempuan dan pemuda di daerah tersebut.

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Anwar mengatakan pentingnya pembelajaran implementasi program We Nexus di Kabupaten Sigi.

"Tentunya forum ini menjadi ruang yang sangat penting untuk merefleksikan praktik, pembelajaran dan arah penguatan pembangunan daerah ke depan,"kata Anwar saat ditemui awak media di Kota Palu, Kamis .

Ia mengemukakan, pendekatan ketangguhan atau resilience tidak cukup apabila hanya fokus pada kesiapsiagaan teknis semata, sebab ketangguhan sejati harus memastikan bahwa proses pemulihan dan pembangunan berjalan secara inklusif, sensitif terhadap konflik.

"Jadi ke depan seluruh pihak harus mampu memperkuat kohesi sosial dan perlindungan kelompok rentan khususnya perempuan dan pemuda sebagai aktor penting dalam pembangunan dan perdamaian di Kabupaten Sigi," ucapnya.

Ia menuturkan saat ini program We Nexus melakukan pendekatan yang relevan, transformatif, dengan tetap memperhatikan dimensi sosial, perlindungan dan partisipasi kelompok rentan.

"Program ini telah memberikan pembelajaran berharga tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor, penguatan kapasitas masyarakat, serta perencanaan pembangunan yang berbasis kebutuhan dan konteks lokal," sebutnya.

Menurut dia, Kabupaten Sigi merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana alam serta dinamika konflik sosial.

"Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik dan ekonomi tetapi juga sangat mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam merespon krisis serta membangun pemulihan yang berkelanjutan," kata dia.

Anwar berharap melalui program tersebut dapat menjadi landasan nyata dalam memperkuat ketangguhan daerah, membangun kepercayaan sosial, serta memastikan bahwa tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan dan pemulihan.

"Harapannya kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.